Operasi Tangkap Tangan Kepala Desa untuk Pencitraan? Ini Kata Kejati Sumut

Dari tangan Nurdin Sembiring, jaksa petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Operasi Tangkap Tangan Kepala Desa untuk Pencitraan? Ini Kata Kejati Sumut
Tribun Medan / Azis
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tim Operasi Tangkap Tangan Sapu Bersih Pungutan Liar Kejati Sumut mengamankan Kepala Desa Salam Tani, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang, Nurdin Sembiring pekan lalu. Atas dugaan pungli pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR). 

Dari tangan Nurdin Sembiring, jaksa petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian menjelaskan, pihaknya melakukan OTT saber pungli bukan karena pencitraan. Akan tetapi karena program berantas Pungli ini merupakan atensi Presiden Joko Widodo.

Baca: Tim Saber Menangkap Oknum Kepala Desa yang Lakukan Pungli

Baca: Kepala Desa Tanjung Morawa A Pungut Rp 5 Juta

“Kan Saber Pungli ini sedang digalakkan presiden menggelar OTT, bukan dibilang pencitraan. Ini memang tugasnya penegak hukum melakukan penangkapan terhadap pejabat yang melakukan pemerasan. Gak ada hubungannya seperti yang disebutkan tadi,” kata Sumanggar via selular, Senin (10/4/2017).

Disinggung perihal penanganan perkara yang tak kunjung tuntas, seperti para tersangka kasus dugaan korupsi Terminal Terpadu Ampas yang hingga kini masih berkeliaran, ia berdalih, tim penyidik Kejati Sumut tak ingin gegabah melakukan penahan yang berjumlah tiga tersangka tersebut.

“Kalau kita menyelesaikan suatu perkara korupsi itu kan harus profesional. Dalam artian, kita tidak bisa gegabah menahan seseorang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Sumanggar.(*)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved