Penyandang Disabilitas Akan Dapat Fasilitas Khusus Saat Ujian SBMPTN

Ujian tertulis Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing dan (CBT) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan pada

Penyandang Disabilitas Akan Dapat Fasilitas Khusus Saat Ujian SBMPTN
Tribun Medan / Arjuna
Penanggung Jawab Panlok 14 Medan, Rektor USU, Runtung Sitepu, Rektor UINSU, Saidur Rahman, Rektor UNSAM, Bakhtiar Akob, Ketua Panlok, Wakil Rektor 1 Unimed, Abdul Hamid dalam temu persnya di Gedung Biro Rektor Unimed, Kampus Unimed, Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Selasa (11/4/2017). (Tribun Medan/Arjuna Bakkara) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ujian tertulis Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing dan (CBT) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dilaksanakan pada Selasa, (16/5/2017) mendatang.

Humas SBMPTN Nasional, Bisru Hafi, pada temu pers SBMPTN Panlok 14, 2017, di Gedung Biro Rektor Unimed, Kampus Unimed, Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Selasa (11/4/2017), mengatakan, bagi penyandang disabilitas tidak dibedakan haknya dengan peserta nondisabilitas dalam mengikuti SBMPTN 2017.

Lebih lanjut, Panitia SBMPTN memang telah berkomitmen bahwa semua orang tanpa kecuali bisa ikut serta dalam ujian SBMPTN asal meenuhi syarat administrasi pendaftaran, termasuk para penyandang disabilitas.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaa ujian SBMPTN mendatang, peserta disabilitas akan mendapat fasilitas khusus. Namun, para pendamping itu wajib memenuhi kriteria untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan.

Baca: Sungguh Mulia, Gadis dengan Keterbatasan Penglihatan Ini Dirikan Sekolah untuk Disabilitas

Baca: Pendaftaran SBMPTN 2017 Dibuka Hari Ini, dan Ini Ketentuannya

Baca: Inilah Jadwal SNMPTN dan SBMPTN 2017

Baca: Permudah Calon Mahasiswa Cari Informasi SBMPTN, Unimed Buka Layanan Call Center 24 Jam

"Untuk pelaksanaan, Panlok akan menyediakan tenaga pendamping khusus. meski secara sistem tetap sama dari yang biasa," ujarnya menjawab wartawan.

Menurutnya, selain pendampingan, peserta ujian penyandang disabilitas akan diberi ruangan berbeda tergantung lokasi, situasi, dan kondisi.

Khusus CBT, diakuinya memang belum disediakan sarana dan prasarana terkait peserta yang memiliki keterbatasan kesehatan yang memadai.

Wakil Rektor 1 Unimed, Abdul menegaskan, perguruan seluruh perguruan tinggi tetap berkomit memberikan dukungan untuk memacu semangat mahasiswa disabilitas untuk bisa menamatkan pendidikan.

Disebutkannya, tahun lalu, Unimed menerima enam mahasiswa disabilitas. Namun, di dalam pilihan-pilihan program studi tertentu SMBPTN dipersyaratkan, peserta memiliki tingkat kesehatan yang memadai.

Kepada peserta yang tidak memiliki tingkat kesehatan yang tidak memadai, dianjurkannya agar melapor kepada panitia lokal terdekat. Sehingga, panitia bisa menyediakan lokal dan tenaga pendamping khusus.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved