KPUD Simalungun Temui JR Saragih, Ini Tujuannya

Selain infrastruktur, pendidikan serta kesehatan kali ini giliran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun.

KPUD Simalungun Temui JR Saragih, Ini Tujuannya
Tribun Medan/Ary
Pertemuan Bupati Simalungun dengan KPUD simalungun 

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Bupati Simalungun JR Saragih terus bekerja memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Selain infrastruktur, pendidikan serta kesehatan kali ini giliran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, selama hampir dua jam ini membahas soal sosialisasi kegiatan pemilihan umum yang ada di Kabupaten Simalungun.

Menurut Adelbert Damanik, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Simalungun kedatangannya bertemu Bupati Simalungun adalah ingin memperkuat pemahaman kepada masyarakat soal kegiatan pemilihan umum.

Baca: Di Hari Paskah Perempuan Disabilitas Ini Dapat Kado Khusus dari Bupati Simalungun, Ini Isinya

Baca: Bupati Simalungun JR Saragih, Kerap Melayat Warga yang Berduka

"Kita memiliki target di setiap pemilihan umum mencapai di atas 75 persen, dengan kedatangan kami (KPU-red) adalah untuk meningkatkan pemahaman di masyarakat Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Salah satunya dengan bertemu Bupati Simalungun JR Saragih," ucapnya, Kamis (13/4/2017).

Selain kepada Bupati Simalungun JR Saragih, pihaknya juga akan bekerjasama dengan tokoh-tokoh agama, tokoh budaya, tokoh adat hingga tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Simalungun.

"Pemahaman pemilihan umum juga akan kita sosialisasikan kepada disabilitas, anak sekolah khususnya yang sudah remaja sehingga edukasi soal pemilihan umum dengan mudah dicerna masyarakat," lanjutnya.

Bupati Simalungun JR Saragih menegaskan kehadiran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Simalungun dalam rangka sosialisasi serta meminta bantuan dalam rangka pemilihan umum yang ada di Kabupaten Simalungun.

"Kita harus check dahulu agar anggaran tidak tumpang tindih serta harus dipelajari dahulu soal proposal yang diajukan Komisi Pemilihan Umum kepada kami karena keputusannya sifatnya bukan langsung," jelasnya.(*)

Penulis:
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved