Perjuangan Hidup

Kisah Abah Tarsa Hidup Sebatang Kara di Gubuk dengan Leher Bengkok

Eulis sendiri hanya bisa membantu seadanya. Pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga sangat pas-pasan untuk menghidupi keluarganya.

Kisah Abah Tarsa Hidup Sebatang Kara di Gubuk dengan Leher Bengkok
KOMPAS.com /Putra Prima Perdana
Abah Tarsa (82)(KOMPAS.com /Putra Prima Perdana) 

TRIBUN-MEDAN.com - Abah Tarsa (82) berdiri perlahan. Dia melangkahkan kakinya ke dapur yang berada persis di samping gubuk miliknya.

Dapurnya sangat kecil. Luasnya hanya sekitar 1x1 meter.

Di dalam dapur, terdapat hawu (tungku) dan sejumlah kayu bakar.

Dindingnya dibiarkan setengah terbuka.

Hanya dinding bagian bawah dipasangi triplek agar angin atau hujan tidak mengganggu api dalam tungku.

Baca: Dua Minggu usai Pembunuhan Sekeluarga yang Dilakoni Andi Lala, Rumah Riyanto Masih Digaris Polisi

Baca: Ahok: Enggak Ada Kata buat Ahok untuk Mengundurkan Diri

Baca: Nikah di Amerika gara-gara Beda Agama, Artis Cantik Ini Kini Telah . . .

Agni. (Instagram)
Agni. (Instagram) (Instagram)

Abah Tarsa mengangkat panci berisi nasi liwet dan menyimpannya di dekat tungku lalu kembali ke gubuknya yang berukuran 2x3 meter untuk menerima Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang datang bertamu sore itu.

Sama dengan dapurnya, gubuknya pun tidak layak untuk ditinggali.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved