Ungkap Bunga KUR, Wapres Jusuf Kalla Sebut SBY Lakukan Kezaliman

Setelah SBY melanjutkan pemerintahan periode kedua bersama Boediono, bunga KUR untuk pengusaha kecil dinaikkan hingga 23 persen.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/7/2014). Presiden mengundang kedua pasangan capres-cawapres beserta sejumlah petinggi negara untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama. 

TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono telah melakukan suatu kezaliman terhadap rakyat.

Hal ini disampaikan JK saat menutup Forum Ekonomi Umat yang digelar Majelis Ulama Indonesia, di Jakarta, Senin (24/6/2017).

Baca: Viral, Rumah Ini Tampak Megah dari Depan, Ternyata Belakangnya Bikin Melongo

Baca: Ini Sosok yang Dicari Julia Perez Tiap Terbangun di Malam Hari

Baca: Beda dari Sandiaga Uno, Ini Kata Anies Baswedan soal Gajinya sebagai Gubernur DKI Nanti

JK mengatakan, saat SBY masih berpasangan dengannya pada periode 2004-2009, bunga untuk kredit usaha rakyat pengusaha kecil hanya 10-11 persen.

Namun, setelah SBY melanjutkan pemerintahan periode kedua bersama Boediono, bunga KUR untuk pengusaha kecil dinaikkan hingga 23 persen.

Sementara bunga bagi pengusaha besar yang akan mengajukan kredit tetap sama.

"Pengusaha besar (bunganya) 11 persen, pengusaha kecil 23 persen."

"Itu adalah suatu kezaliman yang terjadi," kata JK.

JK memastikan, kezaliman seperti itu tidak akan terjadi lagi pada pemerintahannya bersama Presiden Joko Widodo.

Saat ini, kata dia, pemerintah justru menurunkan bunga KUR bagi pengusaha kecil.

"Sekarang kita turunkan 9 persen, kita akan turunkan lagi jadi 7 persen," kata Kalla disambut tepuk tangan peserta kongres.

(Kompas.com/Ihsanuddin)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved