Wah, Pedagang Pasar Induk Mampu Jual Belasan Ton Buah

Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan tengah fokus menata pedagang ilegal, seperti pedagang yang berjualan di Jalan Bulan dan Sutomo.

Penulis: Hendrik Naipospos |
Tribun Medan / Hendrik
Pedagang buah di Pasar Induk, Farhan Sitepu mengotakkan buah kuini, untuk dikirim ke pembeli, Kamis (27/4/2017). (Tribun Medan / Hendrik) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Farhan Sitepu, pedagang buah yang merupakan pedagang pindahan dari Pusat Pasar mengaku puas berjualan di Pasar Induk Kecamatan Medan Tuntungan.

Tak tanggung, ditemani istri dan seorang karyawan ia mampu menjual belasan ton buah. Buah paling banyak terjual yakni kuini mencapai 7 ton, semangka sebanyak 3 ton, salak mencapai 2 ton dan sawo sebanyak 800 kg.

Ia mengungkapkan bahwa pembeli datang tak hanya dari Medan, melainkan dari Kabupaten Asahan, Aceh, Sibolga, bahkan Nias.

"Hari Selasa malam abang ke sini, banyak orang Nias belanja. Dulu memang Pasar Induk sepi, tapi sekarang berangsur ramai," ucap Farhan kepada www.tribun-medan.com di Pasar Induk, Selasa (27/4/2017).

Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan tengah fokus menata pedagang ilegal, seperti pedagang yang berjualan di Jalan Bulan dan Sutomo.

Pedagang-pedagang tersebut akan direlokasi ke Pasar Induk.

Baca: Manajemen Tribun Medan Silaturahmi ke Kantor PGN, Bahas Hal Ini

Farhan tak merasa khawatir dengan persaingan usaha yang akan terjadi, asalkan pedagang relokasi diberikan lapak di dalam pasar bukan di tepi jalan.

"Rugi kalau mereka gak mau ke sini. Selamat datang untuk mereka (Pedagang Jalan Bulan dan Sutomo), tapi mereka gak mau datang," ucapnya sembari tertawa.

(Cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved