May Day
Ibu-ibu Ini Bawa Anak Ikut Aksi May Day, Ini Tujuannya
Aksi demonstrasi Peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin (1/5/2017), diwarnai berbagai cerita.
Penulis: Tulus IT |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda F. Batubara
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Aksi demonstrasi Peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin (1/5/2017), diwarnai berbagai cerita.
Di Kota Medan, tepatnya di depan gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, sejumlah buruh perempuan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, turut serta membawa anak-anak mereka berpartisipasi pada aksi ini.
Mereka merupakan para ibu yang berprofesi sebagai buruh pabrik.
Sebelum orasi berlangsung, beberapa di antara buruh tersebut, Mida Silaban, Sahrani Purba dan Boru Situmorang, tampak duduk bersila di trotoar jalan. Mereka sedang menikmati santap siang bersama anak-anaknya sembari menunggu waktu Salat Zuhur selesai.
Mida Silaban mengaku sengaja membawa serta anaknya pada aksi ini. Menurutnya, Hari Buruh atau May Day merupakan momentum peringatan sekaligus perayaan yang boleh diikuti siapa saja, tak terkecuali anak-anak.
Menurut buruh yang bekerja pada PT Girvi Mas ini, peringatan May Day juga mengandung sisi lain yang layak dipahami oleh si anak.
Mida ingin menyadarkan sang anak akan perjuangan yang sedang ditempuh orang tuanya. Ia ingin anaknya paham kini orang tuanya sedang memperjuangkan apa yang diyakini sebagai haknya.
"Selain itu kami juga ingin pemerintah lebih memperhatikan hidup kaum buruh seperti kami, bahwa kami juga punya tanggung jawab anak yang harus dihidupi," kata Mida di sela-sela makan siangnya.
Mida mengatakan sudah bergabung dengan FSPMI Sumut sejak 2012 lalu. Semenjak itu, ia terbilang rutin berpartisipasi pada aksi-aksi yang digelar buruh.
Pada aksi kali ini, Mida bersama sejumlah rekannya telah beranjak dari tempat tinggal menuju Lapangan Merdeka Medan sejak pagi untuk bergabung dengan peserta aksi lain. Menariknya, mereka memanfaatkan sejumlah unit kendaraan hiburan yang diganderungi anak-anak, yakni Odong-odong, untuk mengikuti aksi ini.
"Komitmennya sebelum tuntutan kita dipenuhi kami tak aka berhenti berjuang," katanya.
Pada aksi ini, sejumlah buruh menyampaikan orasinya secara bergiliran di atas mobil komando. Berbagai tuntutan pun disampaikan pada aksi ini.
Mereka menolak dan mendesak pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Mereka meminta pemerintah menghapus sistem outsourcing pada suatu perusahaan. Sistem ini dinilai tidak berpihak dan cenderung merugikan pihak buruh.
Selain dua tuntutan itu, buruh juga meminta Pemprov Sumut mengawal penetapan UMK 2017 di seluruh daerah di Sumut hingga tuntas.
"Kami juga meminta penegakan hukum terhadap segala jenis kriminalisasi terhadap anggota organisasi buruh," ujar orator aksi, Willy.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/demonstasi-hari-buruh-may-day_20170501_190201.jpg)