BREAKINGNEWS: Tak Diberi Uang, Perinando Nekat Bunuh Pacar Lansianya

Setibanya di kawasan perkebunan karet sekitar pukul 13.00 WIB keduanya bermesraan di dalam mobil dan sempat melakukan hubungan layaknya pasangan suami

Tribun Medan / Mustaqim
Dir Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Nurfallah (tengah), Kasubdit III Jatanras, AKBP Faisal F Napitupulu (kiri) dan Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan saat memaparkan kasus pembunuhan lansia yang jasadnya ditemukan di kawasan jurang sipitu pitu, Selasa (2/5/2017). (Tribun Medan / Mustaqim) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perinando Simangungsong alias Nando (38) warga Dusun VII Pintu Air, Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bambam, Kabupaten Serdang Bedagai nekat menghabisi nyawa Agustina Sitorus (67) warga Jalan Air Bersih No 191 A Medan dengan cara menjerat leher korbannya dengan kawat yang tersimpan di dalam mobil.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Kombes Pol Nurfallah menjelaskan bahwa antara tersangka dan korban diketahui memiliki hubungan spesial. Sehingga pada Selasa (25/4/2017) keduanya berjanji untuk bertemu di terminal Amplas.

"Ketika itu tersangka menjemput korban dengan menggunakan mobil rental Avanza warna merah maron BK 1703 LN di Amplas. Selanjutnya mereka menuju ke kawasan Galang," kata Nurfallah, Selasa (2/5/2017).

Nurfallah menjelaskan setibanya di kawasan perkebunan karet sekitar pukul 13.00 WIB keduanya bermesraan di dalam mobil dan sempat melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.

"Setelah itu mereka berdua cerita, dan tersangka sempat meminjam uang kepada korban namun tak disanggupi dengan alasan tidak memiliki uang," sebutnya.

Baca: Hardiknas, Ini yang Dilakukan Pemerintah untuk Merayakannya

Mendengar hal itu, tersangka mencoba meminta cincin yang dipakai korban dan ditolak. Tersangka sempat mencoba merampas dengan menarik tangan korban yang membuat nenek berusia 67 tahun itu marah.

"Korban sempat berkata akan mengadukan perilaku tersangka kepada anaknya karena Perinando mau melakukan perampokkan. Diduga karena kesal disebut demikian membuat tersangka langsung menjerat leher korban dengan tali sabuk pengaman," jelasnya.

Mengetahui Agustina br Sitorus tak berdaya, pelaku selanjutnya memindahkan korban ke bagian bagasi dan kembali menjerat leher korban dengan kawat hingga tewas.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved