Edisi Cetak Tribun Medan

Memalukan, Pimpinan Dewan Saling Cekik, Saling Caci, Kata Gak Ada Otak dan Bodoh Terlontar

Ketua DPRD ota Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak terlibat pertikaian sengit, dan adu fisik dengan dua orang Wakil Ketua DPRD Siantar.

Memalukan, Pimpinan Dewan Saling Cekik, Saling Caci, Kata Gak Ada Otak dan Bodoh Terlontar
Tribun Medan / Dedy
Saling tarik baju dan cekik leher, Sidang Paripurna DPRD Siantar berujung ricuh, Rabu (3/5/2017). (Tribun Medan / Dedy) 

SIANTAR, TRIBUN -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak (Fraksi Demokrat) terlibat pertikaian sengit, dan adu fisik dengan dua orang Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar.

Ia kena cekik Mangatas Silalahi (Fraksi Partai Golkar) dan Timbul Lingga (Fraksi PDI-Perjuangan).

Pertikaian terjadi sesaat usai Eliakim mengetukkan palu sidang tanda menskors scara sepihak sidang paripurna DPRD membahas tentang Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di gedung Paripurna DPRD di Jalan Adam Malik, Rabu (3/5).

Pemicu kekisruhan diduga sudah mulai dari keterlambatan anggota dewan mengikuti rapat berujung beberapa kali skors sidang, karena jumlah anggota dewan yang mengikuti sidang tidak quorum. Semula dijadwalkan pukul 10.00 WIB, sidang sempat diskors dan dibuka lagi pukul 11.00 WIB. Dan dibuka secara quorum sekitar pukul 13.00 WIB.

Di dalam persidangan, muncul masalah dualisme dari Fraksi Indonesia Raya yang mengirimkan dua surat kepada pimpinan DPRD Siantar. Surat pertama yang ditanda tangani hanya ketua Fraksi Oberlin Malau, dan surat kedua hanya ditandatangani Sekretaris Fraksi Henry Dunand dan anggota Hotmaulina Malau.

Sebelumnya, tujuh fraksi di DPRD telah mengirimkan nama-nama usulan dari fraksi masing-masing untuk pengisian personel AKD yang mengalami rotasi. Komisi III DPRD Siantar Bidang Perekonomian dan Keuangan diduga jadi perebutan, karena yang seharusnya setiap komisi berisi sembilan anggota DPRD, namun dari pengusulan seluruh fraksi, terdapat 10 orang di Komisi III.

Adu argumen terjadi, di mana ada beberapa anggota dewan meminta agar Fraksi Indonesia Raya diberikan waktu untuk menyelesaikan permasalahan internalnya, ada juga yang meminta agar paripurna dilanjutkan.

Pengamatan harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, terjadi perbedaan pendapat anggota sehingga Eliakim yang memimpin sidang langsung mengetuk palu sidang tiga kali, melakukan skors secara sepihak tanpa mempertanyakan ke forum dan tanpa batas waktu yang ditentukan.

Seketika itu pula dua wakil ketua yang di samping Eliakim membanting pengeras suara, diikuti dua anggota dewan lainnya.

Eliakim beranjak dari kursinya langsung dikejar dua wakil ketua. Aksi saling cekik leher dan tarik-menarik kerah baju pun terjadi. Bahkan baju kemeja kuning Mangatas Silalahi terlihat sampai terbuka seluruh kancingnya.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved