Breaking News:

Aksi Menteri Susi

Susi Pudjiastuti: Menteri yang Bodoh Kayak Saya Aja Kerja, Masa yang Pinter Malah Enggak

Kita ini sudah gaduh terus. Dari angka-angka 212, 412, kebhinekaan. Kerja kerja kerja, stop berwacana, stop adu domba dan mari kita bangun negeri ini

Editor: Abdi Tumanggor
Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta politikus hingga pengusaha untuk berhenti mempersoalkan kebijakan pelarangan penggunaan cantrang.

"Kita ini sudah gaduh terus. Dari angka-angka 212, 412, kebhinekaan. Kerja kerja kerja, stop berwacana, stop adu domba dan mari kita kerja bangun negeri,“ ujarnya .

Baca: Menteri Susi Bilang Begini setelah Disebut Bodoh oleh Komisioner Komnas HAM

Baca: Ini Kerugian Sheila Marcia Akibat Tabrakan Pukul 5 Pagi

Ia kembali menegaskan, pelarangan penggunaan cantrang dilakukan lantaran alat tangkap ikan itu tidak ramah lingkungan. Penggunaannya selama ini justru merusak ekosistem dasar laut.

Menurut Susi, kebijakan itu diambil untuk memastikan ketersediaan sumberdaya perikanan di laut Indonesia. Hanya dengan begitu sumberdaya perikanan akan berkelanjutan di masa yang akan datang.

"Pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan alat tangkap ikan pengganti cantrang kepada nelayan. Alat tangkap itu dipastikan ramah lingkunga,"ucapnya.

Baca: Panglima TNI dan Kapolri Beda Sikapi Makar, Menko Wiranto Turun Tangan

Baca: NEWSVIDEO: Tim DVI Polri Ungkap Beberapa Kejanggalan Kematian Korban Kekerasan

Susi meminta para politikus hingga pengusaha memahami alasan pemerintah tersebut. Menurutnya lebih baik bekerja membangun bangsa daripada sibuk berwacana dan adu domba pemerintah dengan rakyat.

"Menteri yang bodoh kayak saya saja kerja, (masa) yang pinter malah enggak. Saya yang sekolahnya cuma SMA saja pikir jauh ke depan. Yang pandai dan pintar yang punya kuasa, yang punya wewenang kok malah sebaliknya,“ kata menteri nyentrik itu.

(Yoga Sukmana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved