Perjuangan Hidup

Perjuangan Seorang Ibu yang Rela Gendong Anaknya Pergi-pulang ke Sekolah Setiap Hari

"Sejak kelas IV sebenarnya sudah tampak ada gejala kelainan, namun belum separah setahun terakhir,"

Perjuangan Seorang Ibu yang Rela Gendong Anaknya Pergi-pulang ke Sekolah Setiap Hari
ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Anak penderita lumpuh layu, Dio Eka Saputra, siswa kelas VI digendong ibunya Yuliati selepas jam pelajaran di SDN 1 Senden, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (2/5/2017). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko) 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang siswa kelas IV di SD Negeri 1 Senden, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terpaksa pulang-pergi ke sekolah dengan digendong sang ibu karena menderita lumpuh layu akibat kerusakan saraf dan melemahnya otot kaki (guillain-barre syndrome).

Menurut penuturan pihak guru kelas maupun orang tua siswa bernama Dio Eka Saputra (12) saat ditemui Antara, Sabtu (6/5/2017), sulung dua saudara itu mulai mengalami disabilitas akut sejak setahun terakhir.

"Sejak kelas IV sebenarnya sudah tampak ada gejala kelainan, namun belum separah setahun terakhir," tutur Kepala SDN 1 Senden Sumardjadi.

Baca: Ruangan Harus Steril, Julia Perez Belum Boleh Dijenguk

Baca: Kronologi Kecelakaan Mobil yang Ditumpangi Sheila Marcia: Awalnya Hajar Bumper Dump Truk

Baca: Tulang Hidung Sheila Marcia Retak dan Kepalanya Pusing, Selasa Akan Dioperasi

Ia mengaku sudah mendapat penjelasan dari dokter yang menangani Dio, dan mendapat masukkan agar memberi perlakukan khusus pada siswa penderita lumpuh layu tersebut mengingat harapan hidupnya yang diprediksi tidak panjang.

Rekomendasi itu telah dilakukan oleh pihak SDN 1 Senden dengan memberi kesempatan Dio tetap belajar melanjutkan sekolah hingga lulus, meski beberapa kegiatan seperti ujian praktik tidak bisa dia lakukan sebagaimana siswa normal.

Namun sayangnya, kata Sumardjadi, sekolahnya sejauh ini belum memfasilitasi penyediaan kursi roda untuk aktivitas Dio selama di area sekolah karena belum adanya alokasi biaya khusus, termasuk dari luar lingkup sekolah.

"Selama di sekolah Dio biasanya hanya bangku kelas, tempatnya duduk dan tidak ke mana-mana sampai pulang. Dio pulang-pergi selalu dijemput dan dihantar ibunya, kadang bapaknya jika pas pulang dari perantauan di Kalimantan," katanya.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved