Sebanyak 13 Santri Pesantren Al Barokah Keracunan, Ini Penyebabnya

Sebanyak 13 santri Pesantren Al Barokah di Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun keracunan

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan/Dedy
Santri Pesantren Al Barokah di Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun dirawat inap di rumah sakit karena keracunan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Sebanyak 13 santri Pesantren Al Barokah di Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun keracunan. Diduga akibat mereka memakan buah jarak secara berlebihan.

Dampak memakan buah jarak santri mengalami pusing dan mual, disertai muntah-muntah. Saat ini seluruh korban telah berada Rumah Sakit Mina (RS) Padi Beringin, Kecamatan Tapian Dolok. 

Heru Gunawan guru pesantren, menjelaskan, kejadian ini bermula, Sabtu (6/5/2017) sekira pukul 16.00 WIB, para santri istirahat belajar. Kemudian mereka memakan buah jarak yang tumbuh di daerah sekitar Pesantren. Selanjutnya para korban bermain sepak bola di lapangan Pesantren.

"Awalnya mereka memakan jarak siang hari, setelah memakan itu memang tidak ada reaksi awalnya, enggak lama baru 13 orang itu mual, muntah-muntah, dan kepalanya pening," kata Heru, Minggu (7/5/2017)

Kejadian tersebut diketahui pihak Pesantren dan langsung melarikan para korban ke RS Mina Padi untuk mendapatkan pertolongan medis. Para korban juga telah dikunjungi pihak Forkompinca Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Tapian Dolok.

Sementara pihak Kepolisian yang menerima informasi itu langsung melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendatangi RS untuk mendata para korban. 

Berikut nama Ke-13 santri keracunan:

- Febri Rahwaana (14) warga Pasar 1 Jalan Mawar, Rambung Merah, Kecamatan Siantar.
- Muhammad Agung Alfatih (12) warga Nagori Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok.
- Hazirin Ahmad (12) warga Jalan Asahan Rambung Merah, Kecamatan Siantar.
- Raihan Wirianata Harahap (13) warga Jalan Durian, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas.
- Destra Rafik Sinaga (15) warga Jalan Kelapa Kuning, Kota Siantar.
- Alif Nur Ikbal (13) warga Jalan Juanda, Kota Tebingtinggi
- Afrin (15) warga Jalan Langkat, Kota Siantar.
- Miko Alfian (14) warga Balam, Provinsi Riau.
- Murzaki Sitorus (14) warga Jalan Anyelir Raya, Karang Sari Permai, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.
- Rafa Rabil (13) warga Nagori Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun.
- Zainun Muttaqin (14) warga Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.
- Anggi Subana (13) warga Kisaran, Kabupaten Asahan (telah dibawa pulang orang tuanya)
- Ihsan Tarkan (13) Kota Siantar (telah dibawa pulang orang tuanya).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved