Tengku Erry Meminta Yayasan Kanker Indonesia Konsisten Lakukan Hal Ini

Pada kesempatan ini, Erry berharap YKI dapat konsisten melakukan sosialisasi bahaya serta penanganan penyakit kanker kepada masyarakat.

Tengku Erry Meminta Yayasan Kanker Indonesia Konsisten Lakukan Hal Ini
Tribun Medan/Nanda
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat menjamu audiensi pengurus YKI Sumut di ruang kerjanya Lantai X Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (9/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Nanda F Batubara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, kanker merupakan penyakit terbanyak yang menyebabkan kematian setelah penyakit jantung.

Oleh karena itu, masyarakat harus diberikan pemahaman pentingnya deteksi dini terhadap bahaya sekaligus penanganan penyakit ini.

Ia pun mengapresiasi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) karena dianggap telah memberikan perhatian lebih untuk mensosialisasikan bahaya penyakit kanker kepada masyarakat. Tujuannya untuk menekan angka pengidap kanker di Sumut.

"Karena banyak sekali kasus, penyakit kanker terdeteksi setelah mencapai stadium tinggi, empat atau lima. Tentunya ini sudah sangat sulit untuk diobati," ujar Erry saat menjamu audiensi pengurus YKI Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/5/2017).

Pada kesempatan ini, Erry berharap YKI dapat konsisten melakukan sosialisasi bahaya serta penanganan penyakit kanker kepada masyarakat.

"Karena itulah fungisi YKI ini juga akan memberikan sosialisasi. Berharap agar bagaimana masyarakat kita benar-benar terinformasi dengan baik tentang apa yang menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya," harapnya.

Sementara Sekretaris YKI Sumut T Ibnu mengatakan, YKI sudah ada di Kota Medan sejak 1998. Organisasi nonprofit tersebut mengedepankan langkah promotif dan preventif.

"Jadi bagaimana kita mempromosikan, supaya jangan sampai orang kena kanker dan tidak melakukan tindakan pemeriksaan sendiri," sebutnya.

Menurut Ibnu, YKI sering melakukan penyuluhan ke daerah-daerah, termasuk memberikan tindakan papsmeer gratis. Sedangkan dananya diperoleh dari berbagai pihak. Ia juga berharap Pemprov Sumut berkontribusi melalui APBD.

"Rencananya kami ingin punya rumah singgah. Sekarang pasien-pasien kanker itu biayanya cukup tinggi, sehingga terkadang kami kirim ke tempat lain," ujarny.(*)

Penulis:
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved