Breaking News:

Kalahkan Aderay, Dony Juara Catur di Kabupaten Samosir

Dony pelajar SMP Negeri 4 Simanindo sukses mengalahkan pecatur tangguh Aderay P Sidahuruk di laga pamungkas.

TRibun Medan/Dedy
Penasehat YKBM Jahar Gultom (Kiri) berikan hadiah utama senilai Rp 2 Juta kepada Dony Sidahuruk di Sopo Toba Hotel Samosir 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, PANGURURAN - Dony Sidahuruk keluar sebagai juara utama dalam pertandingan catur tingkat SMP di Samosir.

Turnamen diikuti 24 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) antar dua kecamatan di Kabupaten Samosir.

Dony pelajar SMP Negeri 4 Simanindo sukses mengalahkan pecatur tangguh Aderay P Sidahuruk di laga pamungkas.

Dirinya berhak atas hadiah utama Rp 2 Juta yang diberikan Kita Berpikir Mulia Foundation sebagai penyelenggara bekerja sama dengan Tribun Medan.

Baca: Pelajar SMP Samosir Bertandingan Catur dengan Latar Keindahan Danau Toba

Baca: Siswa SMP Antusias Ikut Pertandingan Catur Kita Berpikir Mulia Foundation

Usai laga final Dony mengaku merasa lega, dirinya tak menyangka keluar sebagai juara utama. Apalagi ini merupakan pertandingan perdananya yang tergolong serius, karena selama ini hanya bermain di warung-warung.

"Senang lah rasanya. Gak menyangka aja bisa juara satu. Tadi sebelum main juga deg-gegan," katanya di Sopo Toba Hotel, Kabupaten Samosir, Rabu (10/5/2017) sore.

Remaja ini mengatakan, akan memakai uang juaranya untuk membeli perlengkapan seragam dan perlengkapan sekolahnya. Katanya, baju dan sepatunya sudah perlu ditambah dan diganti.

"Uangnya mau beli perlengkapan sekolah lah. Lebihnya disimpan," ungkap remaja yang terus memakai topi SMP dari awal pertandingan.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan ini digelar Yayasan Kita Beripikir Mulia (YKBM) dan Tribun Medan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, DPRD Samosir dan delapan sekolah-sekolah dari dua Kecamatan di Samosir.

Penasehat YKBM Jahar Gultom menjelaskan, pertandingan catur ini diikuti 24 pemain yang telah disaring dari delapan sekolah yang mewakili. Pertandingan catur ini digelar untuk meningkatkan SDM anak Samosir, khususnya di bidang catur. Ini tahap awal merencanakan Samosir menjadi ibukota catur Indonesia.

"Hal ini melihat budaya catur orang Batak dan minat catur di Samosir yang sudah ada sejak dini," kata Jahar Gultom didampingi Tommy Hansen Silalahi.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved