Tradisi Aneh, Perempuan Suku Ini Dicambuk Pria dengan Brutal, Namun Ini Cinta
Para perempuan ini meminta untuk dicambuk untuk menunjukkan cinta mereka, terlihat brutal tapi mereka melihat tindakan ini sebagai dedikasi
TRIBUN-MEDAN.com - Para perempuan ini meminta untuk dicambuk untuk menunjukkan cinta mereka, terlihat brutal tapi mereka melihat tindakan ini sebagai dedikasi kepada komunitas mereka.
Perempuan dari suku Hamar di Ethiopia ini dicambuk untuk menunjukkan cintanya kepada para pria melalui upacara ritual 'Passage'.
Bekas luka yang mereka peroleh memperlihatkan kemampuan mereka untuk mencintai, dan bisa menjadi tanda bagi mereka untuk meminta pertolongan dari keluarga pria yang mencambuk mereka.
Bahkan para wanita terlihat memohon agar para pria mencambuk mereka pada saat upacara seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Tradisi brutal ini dikenal dengan sebutan Ukuli Bula dan fotografer Jeremy Hunter yang berjasa mengabadikan foto tersebut.
Sebuah upacara kesukuan dimana wanita muda dicambuk untuk menunjukkan pengorbanan yang mereka buat untuk pria terungkap dalam serangkaian foto.

Bagi wanita Hamar, cambukan bukan hanya bagian dari ritual - ini merupakan bagian kehidupan mereka sehari hari sampai setidaknya dua anak telah lahir.
Anggota suku Hamar di Ethiopia ini percaya bahwa bekas luka cambukan menunjukkan kemampuan wanita untuk mendapatkan cinta.
Jika mereka mengalami masa-masa sulit di kemudian hari, mereka bisa meminta pertolongan kepada pria yang telah memberikan bekas luka di tumbuh mereka.
Setelah upacara tersebut laki-laki itu bisa dikatakan menjadi seorang pria, dan diizinkan untuk menikah.
Alih-alih melarikan diri, pada saat upacara bahkan para wanita memohon kepada para pria untuk dicambuk. Upacara itu diadakan di Lembah Sungai Omo.

Saat ini hanya tinggal 20.000 anggota suku Hamar yang kuat tinggal di Lembah Sungai Omo, bagian subur dari Wilayah Selatan Ethiopia.
Menurut keyakinan suku Hamar upacara ini merupakan bukti kemampuan wanita untuk mencintai.
Dan di kemudian hari pada saat mereka mungkin jadi janda mereka akan melihat kepada anak laki-laki yang mencambuk mereka bertahun-tahun lalu untuk meminta bantuan.
Wanita suku Hamar memamerkan rambutnya yang dikepang, manik-manik, gelang warna cerah dan kulit kerang merupakan harta yang melekat pada mereka
Bekas luka di punggungnya dikatakan sebagai bukti pengorbanannya untuk pria itu, dan oleh karena itu tidak mungkin pria tersebut menolak bantuan pada masa-masa sulit atau keadaan darurat.
Untuk menjadi dewasa pria suku Hamar tidak hanya melakukan cambukan kepada para wanita.
Mereka juga diharuskan untuk melakukan transisi berjalan di atas banteng dan dilakukan dengan bertelanjang.
Mereka diharuskan berjalan di atas 15 ekor sapi dalam upacara tersebut, setelah itu mereka diizinkan untuk menikah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pria-suku-hamar-mencambuk-perempuan-dari-komunitasnya-sebagai-bukti-cinta_20170512_154254.jpg)