Breaking News:

Aksi Menteri Susi

Nasib Menteri Susi Dihantam Politisasi Cantrang tapi Dipuji Dunia dan Raih Award Tertinggi

“Kebijakan itu dibuat bukan tanpa pemikiran mendalam dan target. Buktinya hasil yang dicapai memang luar biasa," tambahnya.

Editor: Tariden Turnip
voa
Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti menerima Peter Benchley Ocean Awards dalam acara di Washington DC, Kamis (11/5/2017) malam setempat. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah tekanan sejumlah pihak soal isu pelarangan cantrang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti justru meraih penghargaan internasional.

Tidak tangung-tangung, menteri yang disebut bodoh oleh komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, kali ini mendapat penghargaan Peter Benchley Ocean Awards.

Peter Benchley Ocean Awards kerap disebut-sebut sebagai penghargaan maritim tertinggi di dunia. Penghargaan ini diberikan atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut.

Menariknya, penghargaan itu juga unik. Sebab, penerima penghargaan tidak selalu berasal dari tokoh kebijakan publik.

Masyakarat umum yang berperan terhadap penyelamatan laut juga bisa dianugerahi penghargaan itu.

Tak heran, penerima penghargaan ini sebelumnya bervariasi mulai dari presiden, menteri, aktivis, penyelam, hingga sutradara film.

“Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan sudah benar. Apalagi secara parameter ekonomi kan juga sangat luar biasa. Jadi kita melihat bahwa perang melawan illegal fishing ini adalah perang yang menguntungkan. Tidak ada perang yang menguntungkan selain perang melawan illegal fishing," ujar Menteri Susi dalam sambutannya di Smithsonian, Washington DC, seperti dikutip Kompas.com, Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Penghargaan itu tidak terlepas dari kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menerapkan berbagai kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia yang meliputi pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Beberapa di antaranya, kebijakan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal, kebijakan yang melarang penangkapan lobster/kepiting dan rajungan ukuran tertentu, kebijakan yang melarang penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, dan lainnya.

Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai telah berhasil memulihkan kondisi perikanan Indonesia menjadi lebih baik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved