Temukan Sensor Lampu, Hanif Dapatkan Hal Ini dari Dinas Pendidikan
"Jadi lampu bisa hidup sendiri jika sensor yang dibuat merasakan adanya benda padat (manusia) yang mendekatinya. Misalnya untuk lampu di kamar dan.."
Laporan Wartawan Tribun Medan / Silfa Humairah
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - M Hanif Azhari, kelas 12 IPA SMA Harapan, mungkin masih sangat muda.
Tapi siapa sangka ia bisa menciptakan penemuan yang tidak biasa, yakni membuat lampu hidup sendiri dengan menggunakan sensor jarak untuk benda padat seperti manusia.
"Jadi lampu bisa hidup sendiri jika sensor yang dibuat merasakan adanya benda padat (manusia) yang mendekatinya. Misalnya untuk lampu di kamar dan kamar mandi, bisa hidup sendiri saat ada yang mendekati sensor. Lampu sensor jarak ini berhasil meraih juara 2 di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional di kategori karya yang digelar Dinas Pendidikan Kota Medan," katanya.
Ia menuturkan mengembangkan penemuan tersebut untuk ajang karya penemuan yang digelar Pertamina. M Hanif membuat lampu hidup sendiri dan mengganti warna cahaya dengan sensor bluetooth. Karya tersebut berhasil beraih Juara 1.
Baca: Menjadi Duta Bahasa, Ini yang Didapat Nayara dari Dosen
Baca: Rizky Akbar Jadi Perwakilan Tim Indonesia Ajang Debat Siswa Antar Negara
"Saya kembali mengembangkan penemuan tersebut pada ajang 3rd Biology Exhibition bidang prakarya di Unimed. Prakarya lampu tersebut saya kembangkan dengan bluetooth berbasis Arduino tapi menggunakan timer," jelasnya.
Ia menambahkan mendapatkan inspirasi dari banyak masukan dan melihat banyak contoh penemuan prakarya di internet. Ia pun berhasil menjual karya lampu tersebut pada beberapa orang.
"Ada yang menghargai karya saya dan membeli lampu sensor jarak untuk dipakai di rumahnya. Saya juga mengaplikasikan lampu sensor jarak tersebut untuk di rumah," katanya.
Nama: M Hanif Azhari
Orangtua
Ayah: Hendra Zulfianto
Ibu: Hanni Yunita Lubis
(Sil/tribun-medan.com)