Sedih, Gadis 11 Tahun Ini Menangis Ungkap Pelaku Pemerkosa, 2 Perempuan dan Seorang Pria
Awalnya Chika sangat tertutup dan susah diajak berbicara. Dari sorot matanya terlihat kondisi kejiwaannya yang tertekan
TRIBUN-MEDAN.com - Chika, nama samaran, bocah perempuan berusia 11 tahun tergolek lemah di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Kabupaten Tulungagung.
Bocah nahas ini diduga menjadi korban pemerkosaan pengasuhnya di sebuah pondok pesantren.
Chika terus merintih kesakitan di ranjang perawatannya. Alat vitalnya memang terluka parah dan membuatnya terus menangis.
Baca: Ini Kronologi Kolor Ijo Teror Warga Saat Tertidur Pulas Lalu Tusuk Organ Vital Perempuan
Baca: Ini Catatan Kriminal Luar Biasa Si Kolor Ijo yang Tewas Tertembak Saat Pakai Kolor Hitam
Baca: Kolor Ijo Pembunuh 23 Wanita Tewas Ditembak saat Pakai Kolor Hitam
Awalnya Chika sangat tertutup dan susah diajak berbicara. Dari sorot matanya terlihat kondisi kejiwaannya yang tertekan.
Namun saat ditanya siapa pemerkosa dirinya, Chika mengaku menyebut tiga nama. Dua di antaranya adalah perempuan berinisial L dan C.
Keduanya kerap menyakiti Chika, namun ia tidak menjelaskan detail peran keduanya. Sedangkan satu nama lainnya adalah laki-laki berinisial U.
“Tolong dijawab dengan keras nduk, jadi yang melakukan itu ke sampayen adalah Pak U ya?” tanya Kepala Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Catur Subagyo, Sabtu (13/5/2017) malam.
Mendengar pertanyaan tersebut, Chika malah menangis. Siswa kelas IV ini terisak-isak menimbulkan rasa iba.
Saat ditanya sekali lagi, Chika menjawab singkat, “he eh.”
Atas kejadian yang menimpa Chika, Catur mendampingi S, ibu Chika untuk melapor ke Polres Tulungagung.
Saat ini kasusnya tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).
Chika diketahui tinggal di dalam sebuah pondok pesantren di Kecamatan Ngunut sejak masih taman kanak-kanak. Selama ini Chika pulang hanya saat libur sekolah.