Advertorial

Uskup Agung Medan Berkhotbah pada Perayaan Paskah Oikoumene: NKRI Harga Mati!

Perayaan Paskah Oikoumene Sumatera Utara diselenggarakan di GBI Rumah Persembahan, Jalan Jamin Ginting, Medan berlangsung khidmat, Sabtu (20/5/2017)

Tayang:
Tribun Medan/Fatah Baginda
Perayaan Paskah Oikoumene Sumatera Utara 2017 diselenggarakan di GBI Rumah Persembahan, Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu (20/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Perayaan Paskah Oikoumene Sumatera Utara 2017 di selenggarakan di GBI Rumah Persembahan, Jalan Jamin Ginting, Medan berlangsung khidmat, Sabtu (20/5/2017).

Acara ini diikuti hampir seribu jemaat kristen.

Uskup Agung Medan, Bongsu Antonius Sinaga menjadi pengkhotbah dalam kegiatan ini.

Dalam khotbahnya ia menyampaikan agar jemaat tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara.

"NKRI harga mati, bhineka tunggal ika merupakan hakikat dari gereja, Unity In Diversity," ujarnya.

Uskup Agung Medan, Bongsu Antonius Sinaga menjadi pengkhotbah pada Perayaan Paskah Oikoumene Sumatera Utara 2017 yang di selenggarakan di GBI Rumah Persembahan, Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu (20/5/2017).
Uskup Agung Medan, Bongsu Antonius Sinaga menjadi pengkhotbah pada Perayaan Paskah Oikoumene Sumatera Utara 2017 yang di selenggarakan di GBI Rumah Persembahan, Jalan Jamin Ginting, Medan, Sabtu (20/5/2017). (Tribun Medan/Fatah Baginda)

Menurutnya, Persatuan dalam kepelbagaian yang hadir di tengah-tengah bangsa Indonesia tidak boleh dirusak oleh siapa pun.

"Bhineka Tunggal Ika sudah diadopsi oleh gereja Vatikan untuk disebarkan ke seluruh dunia," jelas Mgr Sinaga.

Monsinyur (bahasa Italia: Monsignor disingkat Mgr) merupakan predikat atau sebutan bagi kaum klerus Gereja Katolik yang telah memperoleh gelar kehormatan gerejawi tertentu dari Paus.

Romo tersebut mengajak para hadirin untuk menjadi orang Kristen yang sejati. Menurutnya, orang Kristen tidak boleh menjadi bagian dari masalah harus menjadi bagian dari solusi.

Kemudian, ia memimpin doa para jemaatnya.

"Berikan ketentraman, kesejahteraan kepada 250 juta penduduk negeri ini, oh Tuhan," ujarnya dan disusul pernyataan amin oleh para jemaat gereja.

Ada tiga rangkaian acara yang diselenggarakan oleh panitia.

Pertama, acara hiburan rohani untuk memulai perayaan. Disusul hiburan umum dan terakhir acara puncak yakni, ritual ibadah paskah.(adv)  

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved