Gus Irawan: Ada Perubahan Signifikan dalam Revisi UU Migas

DPR RI hingga saat ini terus melakukan pembahasan mengenai revisi undang-undang minyak dan gas (UU Migas).

Tribun Medan / Ayu Prasandi
Gus Irawan disela-sela acara Pertamina Goes to Campus 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - DPR RI hingga saat ini terus melakukan pembahasan mengenai revisi undang-undang minyak dan gas (UU Migas).

Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan, komisi VII DPR RI sudah menyelesaikan draf tentang revisi undang-undang tersebut sesuai dengan tata tertib dan ketentuan di parlemen.

“Setelah selesai dibahas di komisi, maka draf tersebut disampaikan ke badan legislatif (baleg),” ujarnya di Hotel Santika Dyandra Medan, Minggu (21/5/2017).

Ia menjelaskan, perubahan yang paling signifikan dari revisi undang-undang migas tersebut adalah soal kelembagaan, soal kuasa pertambangan.

“Nantinya, kuasanya pertambangan tersebut sepenuhnya ada di badan usaha khusus. Tidak seperti selama ini yaitu di SKK lalu Pertamina hanya operator yang sama posisinya dan kedudukannya dengan perusahaan lain,” jelasnya.

Ia mengatakan, DPR RI yang dalam hal ini komisi VII akan memberikan posisi kuat bagi badan usaha yang dimiliki negara terutama yang berwenang penuh untuk masalah migas.

Ia menerangkan, draf revisi undang-undang migas tersebut saat ini masih berada di parlemen dan akan disinkronkan dengan lembaga berwenang.

“Inikan alat kelengkapan dewan yang bertugas melakukan harmonisasi dan sinkronisasi supaya nanti materi undang-undang ini tidak bertentangan dengan lembaga yang lain dan diselaraskan dengan ketentuan yang lain,” terangnya.(*)

Penulis: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved