Pembunuhan Sadis

Andi Lala si Jagal dari Lubukpakam Dihajar Warga Saat Rekonstruksi

Karena banyaknya warga yang melihat rekonstruksi, polisi terpaksa melakukan rekonstruksi dengan tidak berurutan.

Andi Lala si Jagal dari Lubukpakam Dihajar Warga Saat Rekonstruksi
Tribun Medan/Indra
Polisi melakukan pengamanan di rumah Andi Lala tempat dimana tersangka kasus pembunuhan tersebut menjalani rekonstruksi Rabu, (24/5/2017). 

Di tempat ini Andi Lala dan Irvan memerankan bagaimana awal pertama kali mereka bertemu saat itu dan kemudian sama-sama membawa Suherwan dan menganiayanya di dalam rumah.

Saat itu Irfan yang sedang berada di atas sepeda motor sempat didatangi oleh dua anak-anak yang langsung memeluknya dan kemudian menangis.

Dari keterangan warga, disebut kalau kedua anak kecil itu merupakan keponakannya.

Rekonstruksi sempat nyaris ricuh ketika polisi menggelarnya di tempat akhir yakni di pinggir sungai.

Jika di dua lokasi sebelumnya Andi Lala dan tersangka lainnya hanya mendapat sorakan saja namun di tempat ini banyak orang yang memaki-makinya.

Di tempat ini Andi Lala pun dimaki-maki oleh seorang perempuan yang anaknya juga pernah menjadi korban pembunuhan.

 
“Cocoknya dihukum mati aja kau. Gak cocok kau hidup. Dibunuh aja dia itu pak polisi. Bukan manusia dia itu. Pembunuh anakku pun masih hidup sekarang di penjara,” kata perempuan yang diketahui merupakan pemilik bengkel Gultom Oil.

Karena takut ratusan warga lainnya tepancing kemudian polisi pun menenangkan dirinya dan warga lainnya. Kasus pembunuhan Suherwan ini dapat terungkap karena terungkapnya kasus pembunuhan sekeluarga yang dilakukan Andi Lala di Mabar bersama teman-temannya yang lain.

Saat melakukan rekonstruksi, pihak kepolisian sempat kerepotan karena kehadiran ratusan warga. Meski rekonstruksi dilakukan pukul 11.00 namun dua jam sebelumnya sekitaran rumah Andi Lala sudah didatangi banyak warga.
Kasubdit III/ Jatanras Polda Sumut, AKBP Fasial F Napitupulu yang memimpin jalannya rekonstruksi mengucapkan terimakasih kepada warga karena akhirnya rekonstruksi dapat berjalan lancar.

Dikatakannya, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan terhadap ketiganya. Ia menyebut pihaknya menjerat Andi Lala dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved