Ngeri, Bersamaan Bom Kampung Melayu, Peserta Pawai Obor Teriakkan: Bunuh Si Ahok

Teriakan "bunuh-bunuh si Ahok" dengan melodi lagu anak-anak Menanam Jagung di Kebun Kita, terdengar dalam video pendek yang beredar di media sosial.

Ngeri, Bersamaan Bom Kampung Melayu, Peserta Pawai Obor Teriakkan: Bunuh Si Ahok
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Ilustrasi pawai obor. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Peristiwa bom Kampung Melayu menjadi pusat perhatian publik Indonesia.

Tiga polisi tewas bersama dua pelaku bom bunuh diri. Bahkan potongan tubuh pelaku berserak di lokasi ledakan.

Namun bagi aktivis Mohamad Guntur Romli, pemandangan itu belum ada apa-apa dibanding aksi anak-anak peserta pawai obor ini, yang kejadiannya bersamaan dengan aksi bom bunuh diri Kampung Melayu.

Peristiwa mengerikan yang dimaksud Guntur Romli adalah anak-anak yang berteriak 'bunuh-bunuh si Ahok' saat ikut dalam pawai obor di Jakarta.

Teriakan "bunuh-bunuh si Ahok" dengan melodi lagu anak-anak Menanam Jagung di Kebun Kita, terdengar dalam video pendek yang beredar di media sosial.

Pawai obor menyambut Ramadan dilakukan di sejumlah tempat di Jakarta, pada Rabu (24/05/2017).

Di malam yang sama terjadi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.

"Ada foto2 (foto-foto) & video korban teror bom bunuh diri di Kp Melayu, tp yg (tapi yang) lebih menakutkan bg (bagi) saya: video anak2 yg (anak-anak yang) diajarkan & diperalat teriak2 bunuh2 (teriak-teriak bunuh-bunuh)," tulis penulis dan aktivis, Mohamad Guntur Romli, melalui akun Twitternya seperti dilansir BBC Indonesia.

"Sampai kapan dibiarkan anak2 itu diajarkan teriak2 bunuh2, apakah smpai nanti mrk menjadi pelaku bom bunuh diri?" tambahnya dengan puluhan komentar.

Salah seorang pengguna, Dian, menanggapi dengan menyatakan, "Saya sebagai ibu miris mendengar anak2 kecil teriak2 bunuh2 di acara pawai obor yg seharusnya menyenangkan."

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved