Breaking News:

Harga Buah Anjlok, Warga Petani Harapkan Ini ke Bupati

"Saya kerap dengar, bahwa pemerintahan Jokowi sangat mendukung warga petani pedesaan, namun nampaknya pemerintah daerah yang kurang memberikan..."

Penulis: Abdi Tumanggor | Editor: akb lama
Tribun Medan / Abdi
Ibu Iga, warga petani dan penjual buah-buahan di Jalan Glugur, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang. 

"Apa yang salah dengan buah-buahan, shingga turun di bulan puasa?"ucapnya dengan raut wajah menunjukkan keheranan.

Dari hasil ladangnya, Iga nampak menjajakan beberapa macam jenis bauah-buahan, di antaranya buah Jambu, pepaya, sirsak, dan pisang.

"Kalau buah jambu saya ecer bisa laku Rp 5 ribu per kg, sedangkan kalau ditolak ke pemborong (tauke) cuma dihargai Rp 3 ribu per kg. Jadi mendingan saya jual ecer," ucap Iga.

Sebagai warga desa di pinggiran Kabupaten Deliserdang, ia mengakui kurangnya informasi dari derah ke pemerintah.

Menurutnya, akses informasi sangat penting untuk penyampaian keluhan warga maupun (ada atau tidaknya) fasilitas pemerintah untuk para petani.

"Kami warga di sini, mana tahu-tahu kami apa program pemerintah untuk petani desa. Nih buktinya, jalan aja pun tak bagus-bagus,"ucapnya.

Dampaknya petani ini juga yang rugi. Para pemborong yang untung dengan harga suka-suka. "Mau tidak mau ya harus diterima, karena kondisi infarastruktur transportasi seperti begini," ujarnya, yang mana para petani identik dengan keterbatasan modal.

Iga berharap, agar Bupati Deliserdang memperhatikan warga di pinggiran Deliserdang, khususnya infrastruktur jalan.

"Harapan kami warga, semoga pak Bupati Deliserdang segera memperbaikinya, agar hasil tani kami bisa lebih bernilai harganya," ungkapnya.

(atum/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved