Breaking News:

Tribun Ramadan

Kurang Sedap Rasanya Berbuka Puasa Tanpa Pakkat

Pakkat hanya bisa anda temui di Medan dan sekitarnya, atau kota-kota di Sumatera Utara seperti Tapanuli, Sibolga, Asahan, Labuhan Batu, dan lain-lain.

TRIBUN MEDAN / SILFA HUMAIRAH
Menu lalapan Pakkat ini juga dikenal kegemaran dan lalapan khas warga suku Batak Angkola dan Mandailing. 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang pedagang tampak membakar rotan muda dengan panjang sekitar 1 meter di wadah panggangan.

Walaupun bentuknya keras, siapa sangka daging rotan sangat lembut dan dijadikan lalapan yang disebut pakkat.

Pakkat hanya bisa anda temui di Medan dan sekitarnya, atau kota-kota di Sumatera Utara seperti Tapanuli, Sibolga, Asahan, Labuhan Batu, dan lain-lain. 

Untuk mendapatkan daging rotan yang lembut, rotan muda terlebih dahulu dibakar hingga kehitam-hitaman dan dikupas dengan cara dibelah.

Baca: Demi Menikmati Bubur Sup Khas Kesultanan Deli, Ratusan Warga Mengantre di Masjid Raya Medan

Kemudian daging putihnya diambil untuk dimakan dengan campuran olahan sambal giling.

Jenis rotan yang bisa menjadi lalapan tidak sembarangan pucuk rotan. Biasanya, pucuk rotan yang diambil harus yang muda.

Batang-batang rotan muda ini tidak mudah untuk didapatkan. Pedagang rotan mengaku jauh-jauh hari sebelum Bulan Ramadan, para penjual harus sudah memesan pucuk rotan muda dari Tapanuli Selatan.

Makanan ini di meramaikan pasar dan pinggir jalan Kota Medan maupun di rumah makan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved