Tribun Ramadan

Penjual Rotan Ini Habiskan 300 Batang Selama Ramadan

Rotan muda itu adalah pakat rotan. Pakat rotan adalah makanan tradisional masyarakat Madailing. Pakat rotan dimakan sebagai lalapan.

Penjual Rotan Ini Habiskan 300 Batang Selama Ramadan
Tribun Medan / Joseph
Masriani saat memilah pakat rotan di Jalan Amir Hamzah, Selasa (30/5/2017). Dia berjualan bersama putranya setiap bulan puasa mulai pukul 09.00 WIB hingga daganggannya habis. (Tribun Medan / Joseph) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Joseph Wesly Ginting's

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Asmiari membakar rotan muda menggunakan batok kelapa. Sesekali dia membolak-balikkan posisi rotan agar tidak gosong.

Setelah batang rotan berubah warna menjadi hitam, dia mengangkatnya dan membuang kulit yang gosong. Lapisan rotan yang putih diambil dan dimasukan ke dalam plastik.

Rotan muda itu adalah pakat rotan. Pakat rotan adalah makanan tradisional masyarakat Madailing. Pakat rotan dimakan sebagai lalapan.

Baca: Pemenang Proyek Pasar Kampung Lalang Somasi Pemko Ini Isinya

Wanita sudah berjualan pakat rotan selama delapan tahun ini mengaku memiliki banyak pelanggan pakat di kota Binjai. Katanya dia mampu menjual 300 batang pakat rotan perhari.

"Tiga batang dihargai Rp 10.000," katanya di Jalan Amir Hamzah, Binjai, Selasa (30/5/2017). Dia mengaku satu-satunya penjual pakat rotan di kota Binjai.

Asmiari mengatakan berjualan hanya di bulan puasa. Dia mulai berjualan sejak pukuk 09.00 WIB hingga dagangannya habis. Biasanya pakat rotannya habis sekitar pukul 17.00 WIB.

(Wes/tribun-medan.com) 

Editor: akb lama
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved