Petugas Bea Cukai Sita Jutaan Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 1 Miliar

Penyitaan rokok ilegal beragam merek ini merupakan hasil Operasi Patuh Ampadan I yang digelar sejak 15 Mei 2017 lalu hingga sekarang.

Petugas Bea Cukai Sita Jutaan Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 1 Miliar
KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN
Ilustrasi Rokok kretek siap dikemas. 

TRIBUN-MEDAN.COM, ACEH - Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh menyita 1,181 juta rokok ilegal yang beredar di Aceh.

Jutaan barang ilegal yang disita ini terdiri dari berbagai merek rokok tanpa menggunakan pita cukai resmi dari pemerintah.

Penyitaan rokok ilegal beragam merek ini merupakan hasil Operasi Patuh Ampadan I yang digelar sejak 15 Mei 2017 lalu hingga sekarang.

Dari hasil penyitaan ini, Bea Cukai berhasil menggagalkan peredaran rokok palsu senilai Rp 1 miliar lebih.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Rusman Hadi mengatakan, barang ilegal itu didapatkan dari Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh dan Kota Langsa.

Baca: NEWS VIDEO: Polres Binjai Gelar Buka Puasa Bersama

Baca: NEWS VIDEO: Megahnya Masjid Raya Aceh Sepakat di Kota Medan

“Kemasan rokok-rokok ini dilekati pita cukai palsu, ada juga pita bekas dan juga dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya serta rokok yang seharusnya bisa beredar di Kawasan Bebas Sabang, dan ini merupakan pelanggaran,” kata Rusman Hadi, Selasa (30/5/2017) dalam konferensi pers di kantor Bea Cukai Aceh.

Rusman juga menambahkan bahwa penyitaan rokok ilegal yang terbesar dilakukan pada Minggu (21/5/2017) lalu di sebuah rumah Dusun Balee Cut, Gampong Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

“Ini penyitaan terbesar dan ini kami peroleh informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Setelah melakukan pengintaian selama beberapa hari, dan setelah mendapatkan bukti yang cukup, petugas langsung menyita rokok ilegal di rumah tersebut sebanyak 67.990 bungkus rokok ilegal.

Petugas menemukan modus yang dipergunakan adalah rokok yang hanya bisa diperjualbelikan di Sabang. Kemudian menggunakan pita palsu dan menjualnya di daratan, seperti di Banda Aceh dan sejumlah daerah lainnya.

“Pelaku memang sengaja menjual rokok tersebut tanpa membayar cukai untuk meraup keuntungan yang lebih besar,” sebutnya.

Menurut Rusman, kasus ini sekarang sedang dalam proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNNS) Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh. Pelaku melanggar Pasal 54 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995. Petugas juga menangkap dan menahan 3 orang yang diduga pelaku dan kini sedang dilakukan penyelidikan.

“Kita tengarai masih banyak rokok ilegal yang beredar di Aceh. Selama 2017 ini berhasil kita sita 3 juta batang rokok dengan potensi penerimaan cukai Rp 1 miliar lebih,” jelas Rusman.(*)

Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved