Bazar Ramadan Pematangsiantar Diprotes? Ini Penjelasan Kepala Dinas Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Pematangsiantar, Fatimah Siregar mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Pemko Siantar dan instansi terkait soal izin penyele

Penulis: Dedy Kurniawan |
Tribun Medan / Dedy
Kepala Dinas Pariwisata Permatangsiantar Fatimah Siregar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Diadakannya Bazar Ramadan di Siantar yang berlokasi di Gedung Olahraga Jalan Merdeka mendapat protes dari sejumlah kalangan. Saat ini Bazar sudah mulai buka dan dikunjungi warga, Kamis (1/6/2017)

Kepala Dinas Pariwisata Pematangsiantar, Fatimah Siregar mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Pemko Siantar dan instansi terkait soal izin penyelenggaraan.

Menanggapi berita miring soal Bazar dibeberkan Fatimah karena ada pihak pengaju permohonan yang tidak diterima dengan kebijakan pihaknya. Lantaran ada pihak pengaju permohonan yang lebih dahulu dan jadi pengelola bazar.

"Itu Bazar Ramadan. Di situ kakak (Dinas Pariwisata) dikenakan target retribusi. Yang dikenakan dan dikutip satu hari bayar Rp 1 juta. Dibayarkan ke kas daerah melalui Bank Sumut. Jadi itu ada pihak yang minta Bazar dipegang. Tapi ya gantian lah. Karena itu mungkin ada pihak yang marah dan jadi pemberitaan secara terus menerus," beber Fatimah Siregar kepada Tribun-medan.com.

Baca: Kejaksaan Telusuri Dugaan Korupsi di Dinas Perhubungan Pemko Siantar

"Jadi yang perlu ditanya Dinas Perizinan. Rekomendasi yang aku keluarkan dengan bukti setor dari Bank Sumut itu lah dasar mengeluarkan izin. Aku kan punya rekomendasi untuk menyetor PAD. Nah bukti setor itu lah untuk ke dinas perizinan," tambahnya.

Terkait Bazar ini juga berkait dengan kas daerah. Di mana Dinas Pariwisata juga diharapkan memberi kontribusi mencari pemasukan kas, dan salah satunya adalah Bazar Ramadan.

"Ada Perda yang nyuruh aku ngejar target retribusi (PAD), di dalamnya termasuk ya Bazar Ramadan ini. Jadi di mana salahku? Jadi ada orang bermohon untuk Bazar ini. Tapi masalahnya ada yang lebih dulu. Kan lucu juga kalau mereka menyerang tapi di sisi sebelumnya orang itu (yang menyerang) juga mengajukan permohonan makai Bazar ini," ungkap Fatimah.

Diceritakan Fatimah, persaingan Bazar ini lantas dikaitkan dengan kinerja dan statusnya. Di mana selaku Kepala Dinas Pariwisata Fatimah terus diberitakan negatif dan dirongrong untuk segera dicopot.

"Jadi orang itu (pengaju Bazar yang kalah) bilang sampai kau cabut dari kursimu (Kadis Pariwisata). Pokoknya kami akan meributimu. Ku bilang ya silahkan. Kalau gara-gara ini aku diganti dan membuatmu puas ya silahkan. Jadi kalau ini diprotes seluruhnya aku juga sudah legowo. Entah apa keputusan orang juga harus tahu sumber masalahnya. Kalau pun aku copot ya karena peraturan, dan aku siap. Bukan karena orang itu," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved