Hari Lahir Pancasila

Ini Cara Unik yang Dilakukan Komunitas Urban Sketchers untuk Peringati Hari Lahir Pancasila

Koordinator tim, Yulianto Qin mengatakan kegiatan mereka bertujuan semakin menguatkan identitas Medan yang kaya keberagaman.

Penulis: Arjuna Bakkara |
Tribun Medan/Arjuna
Koordinator Tim Urban Sketchers Medan, Yulianto Qin menunjukkan karyanya usai merekam hiruk pikuk di Pasar Hindu Medan ke dalam kertas gambar, Kamis (1/6/2017), dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Komunitas Sketchers Medan memilih melukis bertajuk Sketcwalk merekam hiruk pikuk Pasar Hindu), di Jalan Hindu, Medan, Kamis (1/6/2017).

Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Koordinator tim, Yulianto Qin mengatakan kegiatan mereka bertujuan semakin menguatkan identitas Medan yang kaya keberagaman.

Menurut Pria asal Yogyakarta ini, mereka sengaja mencari objek yang menarik di Kota Medan. Seperti tempat-tempat bernilai sejarah disengaja di-capture pada perayaan Hari Lahir Pancasila ini.

Baca: Begini Cara PTPN IV Peringati Hari Lahir Pancasila

Baca: Alhamdulillah! Bocah Selamat dari Kecelakaan Maut Sudah Selesai Dioperasi, Begini Kondisinya

Baca: Bikin Haru! Bocah Selamat dari Kecelakaan Sering Cari Ayah dan Kakaknya yang Tewas Dilindas Truk

"Berkaitan juga dengan Hari Lahir Pancasila, karenanya Komunitas ini menceritakan kota Medan dengan gambar. Apalagi Medan sangat Multikultural, jadi kita jaga dengan seni menggambar," ujar Dosen jurusan Arsitektur di Kampus Unika ini.

Disebutkannya, pesan-pesan yang disampaikan melalui gambar itu adalah indahnya kekayaan serta indahnya keberagaman budaya Indonesia. Kota Medan yang juga multi etnis,sehingga komunitas ini juga diisi berbagai etnis ini.

Selain perayaan Hari Lahir Pancasila ini, dalam kegiatan lainnya komunitas tersebut juga meluangkan waktu untuk menceritakan keindahan di Kota Medan dari berbagai sudut. Seperti perayaan Imlek, menggambar di Klenteng-klenteng, Vihara Gunung Timur, Istana Maimon, Masjid Raya dan lainnya.

Amatan wartawan, para Sketchers berkumpul mulai pukul 06.00 WIB. Pelukis-pelukis itu terdiri dari berbagai kalangan usia.

Kata Yulianto, mereka berbagai latar belakang profesi, seperti mahasiswa, pelajar, dan dosen. Terpantau, belasan orang yang mengikuti kegiatan itu serius menggambar hiruk pikuk Pasar Hindu, walaupun harus menahan panasnya terik mentari.

Lebih lanjut, pria berusia 34 tahun ini menceritakan, Komunitas itu didirikan sejak tahun 2016. Komunitas ini Berpusat di New York, dan hampir ada di seluruh Indonesia. Baik Bali, Yogyakarta, Jakarta. Sedangkan Medan adalah yang termuda usianya.

Latar belakang didirikannya komunitas tersebut, ujar pria yang menikah empat tahun lalu itu, karena melihat indahnya kemajemukan budaya Indonesia.

Sehingga terus diceritakan lewat lukisan, kemudian dipamerkan di berbagai Kota di Indonesia, bahkan di Dunia Internasional.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved