Tribun Ramadan

Ternyata Ada Lima Makam Raja Kesultanan Deli di Masjid Raya Al Osmani

Masjid Al Osmani menjadi mesjid dengan sejarah yang lekat dengan kesultanan, dan dipilih menjadi tempat peristirahatan terakhir (makam) lima sultan be

Tayang:
Tribun Medan / Silfa
Masjid Al-Osmani di jalan KL Yos Sudarso Kelurahan, Pekan Labuhan, Medan Belawan 

Laporan wartawan Tribun Medan, Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Tidak banyak masjid berdampingan dengan kuburan, apalagi meletakkan kuburan di bagian depan.

Saat berkunjung ke Masjid Raya Al Osmani, kuburan dengan dilingkari beton yang menonjol menjadi spesial dan diletakkan di muka karena merupakan kuburan para Sultan Deli.

Masjid Al Osmani menjadi mesjid dengan sejarah yang lekat dengan kesultanan, dan dipilih menjadi tempat peristirahatan terakhir (makam) lima sultan beserta keturunannya. 

Baca: NEWS VIDEO: Jika ke Masjid Raya Al Osmani, Jangan Lupa Ziarah, Ada 5 Makam Raja Kesultanan Deli

Baca: NEWS VIDEO: INi Keunikan Masjid Raya Al Osmani di Labuhan Deli

Terdapat lima makam Raja Kesultanan Deli yang dikuburkan.

Yakni Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Sultan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI),  Sultan Osman Perkasa Alam (Raja Deli VII, dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam (VIII).

Ahmad Faruni, Ketua BKM MAsjid Raya Al Osmani, menuturkan jelang Ramadan banyak keturunan sultan dan warga melayu dari Medan yang datang berziarah.

"Selain kuburan sultan dan keturunannya, kuburan panglima besar dan hlama besar di zaman kesultanan juga dikuburkan di bagian muka mesjid. Sedangkan area kanan dan kiri hingga belakang masjid  merupakan kuburan umat muslim sekitar," katanya. 

Fahruni juga menceritakan, awalnya tidak ada yang mengetahui pasti letak kuburan sultan tersebut karena tidak ada tanda. Hingga kemudian, ada keturunan sultan yang mendapat mimpi ditunjukkan sultan letak kuburannya, barulah kuburan tersebut dipagari dan ditandai dengan nama tulisan Arab. 

"Awalnya hanya kuburan Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam yang ada di sini. Sedangkan kuburan Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Sulthan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI) dipindahkan pada 1999 karena pelebaran Sungai Deli, sebelumnya dikubur di Kuburan Kampung Alai, Medan Labuhan," katanya. 

Rahmi, peziarah asal Medan, menuturkan rutin setiap tahun menziarahi makam sultan yang berada si sekitar Masjid Raya Al Osmani. 

"Ya bentuk kecintaan saja kepada sejarah dan masa-masa beliau di saat pemerintahan Kerajaan Deli. Saya sangat suka sejarah, mesjid ini banyak menyimpan sejarah karena menjadi peninggalan tertua dan sultan VII dan VIII," katanya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved