Tersangka Korupsi Bapemas Minta Jadi Justice Collabolator, Ini Kata Aspidsus

Kejati Sumut menanggapi permintaan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi menjadi justice collabolator adalah hal yang lumrah.

Tersangka Korupsi Bapemas Minta Jadi Justice Collabolator, Ini Kata Aspidsus
Tribun Medan / Azis
Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Rahmat Jaya Pramana 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menanggapi permintaan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi menjadi justice collabolator adalah hal yang lumrah.

Hal ini dikatakan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut, Agus Salim perihal penyidikan dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemprov Sumut tahun anggaran (TA) 2015 senilai Rp 40,8 miliar.

Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Rahmat Jaya Pramana menawarkan kepada tim penyidik untuk menjadi justice collabolator.

"Mengajukan jadi justice collabolator hal yang biasa itu. Silakan saja," kata Agus Salim, Senin (5/6/2017).

Baca: Dikira Ungkap Pejabat yang Terlibat Korupsi Bapemas, Ternyata Ini yang Disampaikan Tersangka

Baca: Tersangka Bapemas Pemprov Ini Tawarkan Jadi Justice Collabolator

Saat ditanyakan bahwa dalam kasus ini pengusaha event organizer (EO) hanya dijadikan boneka, Agus Salim enggan memberikan penjabaran.

Namun yang perlu disoroti menurut Agus Salim adalah sikap tidak kooperatif yang ditunjukkan Rahmat selama menyandang status tersangka.

"Berulang kali dilayangkan panggilan gak pernah datang," ujar Agus Salim sembari mengernyitkan dahi.

Sebenarnya, tim penyidik Kejati Sumut telah berkoordinasi dengam Kejaksaam Agung untuk menciduk Rahmat Jaya Pramana karena tidak kooperatif.

Rahmat pernah diintai tim penyidik di kediamannya Jalan Raya Duri No.12 RT.002/RW.07, Kelurahan Duri Kelapa, Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Pusat, saat Pilkada Jakarta 19 April lalu.

Upaya tim penyidik memutuskan untuk menciduknya langsung ke Jakarta, tidak berhasil. Diyakini upaya tersebut telah bocor.

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved