Tribun Ramadan
NEWS VIDEO: Masjid Al Amin, Peninggalan Panglima Jenderal Faisal Tanjung
Masjid Al Amin adalah masjid yang berasal dari wakaf keluarga besar Panglima Jendral Faisal Tanjung.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan, M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Masjid Al Amin adalah masjid yang berasal dari wakaf keluarga besar Panglima TNI Jenderal Faisal Tanjung.
Masjid Al Amin terletak di Jalan HM Yamin No 482, Medan, Sumatera Utara.
Menurut Nazir masjid Al Amin Chaerulsyah (47), dulunya daerah Jalan HM Yamin ini bernama Ujung Kampung, jadi Jendral Faisal Tanjung itu tempat tinggalnya tepat berada didepan masjid Al Amin di gang Manggis nomor empat.
Masjid Al Amin didirikan pada tahun 1996 sebagai peletakan batu pertama, saat itu turut mengundang Ustaz terkenal KH Zainuddin MZ, dan satu tahun kemudian (16/6/1997) masjid Al Amin rampung diselesaikan sekaligus diresmikan.
Baca: Pulang ke Medan saat Ramadan, Raline Shah Paling Suka Makan Bubur Masjid
Baca: Pengelola Masjid Istiqlal tak Beri Izin Aksi Bela Ulama Hari Ini, Gini Alasannya
Masjid Al Amin sanggup menampung jamaah hingga 1.200 orang, ketika itu amanahnya adalah silahkan masjid digunakan sebesar-besarnya untuk peribadatan umat Islam, dan juga untuk kegiatan-kegiatan sosial.
"Tujuan masjid ini dibangun agar jadi pengingat, bahwasannya ia pernah bertempat tinggal disini, karena memang punya keluarga dan besar dilingkungan ini,"kata Chaerul, Jumat (9/6/2017).
Chaerul menceritakan karena Faisal Tanjung ingin posisi masjid ini agar tidak jauh dari rumah pusaka, karena dilokasi masjid ini dulunya adalah lokasi Faisal bermain saat kecil.
"Alasan mengapa didirikan masjid, karena ia ingin mewakafkan masjid ini untuk masyarakat sekitar, adapun seluruh biaya pembangunan masjid Al Amin, berasal dari keluarga besar bapak Haji Faisal Tanjung,"ucap Chaerul.
"Nama masjid Al Amin sendiri diambil dari penggalan nama orangtuanya, Ustadz Munhim Al Amin. Sebenarnya masjid ini ada dua, satu lagi lokasinya di Bekasi ujung aspal, namanya masjid Siti Rahwani adalah nama ibunya,"kata Chaerul.
Sebenarnya pada prinsipnya semua masjid itu sama, namun yang membedakan adalah struktur bangunannya.
“Kalau masjid Siti Rahwani memiliki dua menara, sementara masjid Al Amin hanya memiliki satu menara saja,“ tutup Chaerul.(*)
SAKSIKAN VIDEONYA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masjid-al-amin_20170609_214903.jpg)