Kepala Rutan Sering Ingatkan Tentang Kasih Sayang Orangtua pada Narapidana
Kepala Rutan Tanjunggusta, Budi Situngkir mengimbau agar seluruh narapidana menjaga keamanan dan ketertiban serta dapat berubah ke arah yang lebih bai
Penulis: Azis Husein Hasibuan |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dalam rangka menjalankan ibadah Bulan Ramadan, Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Tanjunggusta, Medan menerima saran dan keluhan dari para narapidana demi terciptanya suasana yang kondusif. Saat ini narapidana Rutan berjumlah 3.745 orang.
Kepala Rutan Tanjunggusta, Budi Situngkir mengimbau agar seluruh narapidana menjaga keamanan dan ketertiban serta dapat berubah ke arah yang lebih baik selama menjalani proses hukum.
Saat memberi nasihat, Budi Situngkir memang dikenal sosok pimpinan yang menasihati narapidana dengan cara mengingatkan kasih sayang orangtua, terutama dari ibu.
Baca: Dipenjara karena Melarikan Gadis di Bawah Umur, Pria 18 Tahun Ini Gantung Diri Pakai Tali Sepatu
Baca: Napi Anak Bunuh Diri di Kamar Mandi Tahanan, Begini Kronologisnya
"Saya memberikan mereka pelajaran berharga berupa nasihat agar berubah menjadi orang tidak kriminal lagi. 'Gak kasihan lagi kau lihat mamakmu ini. Bapakmu cari kerja, kau dipenjara'.Kami jadi malu," kata Budi Situngkir, Sabtu (10/6/2017).
Menurut Situngkir, nasihat-nasihat dengan mengingatkan seorang tahanan akan kasih sayang orangtua terhadap anaknya merupakan cara yang paling tepat guna mengubah perangai seorang yang berada di sel tahanan.
"Siapa yang gak sayang sama orangtua? Tentu kita lebih mengutamakan nasihat orangtua daripada orang lain. Saya rasa dengan mengingatkan kasih sayang orangtua terhadap anak dapat mengubah para tahanan ini agar tidak ada yang kembali lagi ke sini." jelas mantan Kepala Lapas Tanjungbalai ini.
Ia berpesan, setelah selesai menjalani pidana, narapidana tidak mengulangi lagi tindak pidana yg sama. Sebab, dengan tidak mengulangi perbuatan dan masuk bui lagi, masyarakat berperan serta mengurangi beban negara yang sangat berat dalam membiayai kebutuhan selama berada di Rutan dan Lapas.
"Bila penghuni rutan berkurang maka beban anggaran negara juga akan berkurang sehingga anggaran dapat dipergunakan untuk keperluan lain yang lebih penting," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/budi-situngkir_20170610_172607.jpg)