JR Diulosi di Sibolga

Setiap kunjungan maupun pelayanan yang dilakukan JR Saragih, dirinya pasti diberikan kain ulos.

JR Diulosi di Sibolga
Tribun Medan / Ari
Ketua DPD Partai Demokrat Sumut JR Saragih saat dihadiahi ulos setelah memberikan bantuan ke Gereja HKBP sibolga, Senin (19/6/2017). (Tribun Medan / Ari) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLGA - Setiap kunjungan maupun pelayanan yang dilakukan JR Saragih, dirinya pasti diberikan kain ulos. Hal ini juga terlihat ketika mendatangi Gereja HKBP Pandan Distrik IX Sibolga Tapanuli Tengah-Nias di Sibolga, Senin (19/6).

Kehadiran Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih di gereja tersebut adalah dalam rangka memberikan bantuan pembangunan gereja. Pada kesempatan tersebut, JR Saragih diberikan kain ulos berwarna merah oleh Gereja HKBP Pandan Distrik IX Sibolga Tapanuli Tengah-Nias di Sibolga.

Penatua Gereja HKBP Sibolga Pendeta Manat Hamonangan Sitompul mengatakan pemberian ulos memiliki makna tersendiri yang ada di setiap bentuk ulos yang diberikan kepada JR Saragih. Terlebih, bagi masyarakat Batak, kain ulos sangat berarti untuk kehidupan sehari-hari.

“Pemberian ulos itu memiliki makna, di mana maknanya adalah simbol ketulusan dalam kehidupan yang dilakukan oleh Bapak JR Saragih sebagai pemimpin di Simalungun selain dirinya yang juga akan maju di bursa calon Gubernur Sumatera Utara nanti,” katanya, Senin (19/6).

Dikatakannya, dalam adat Batak, ulos memiliki ukuran yang panjang. Ini menandakan usia JR Saragih juga diberikan Tuhan agar berumur panjang sama seperi ukuran dari ulos tersebut. Selain itu ulos memiliki ketebalan, di mana artinya iman yang dimiliki oleh pemilik nama asli Jopinus Ramli Saragih ini juga mempunyai ketebalan layaknya kain ulos tersebut.

Pada kesempatan tersebut, JR Saragih berterimakasih kepada Gereja HKBP Pandan Distrik IX Sibolga Tapanuli Tengah-Nias di Sibolga yang telah memberikan kain ulos untuknya. Baginya, selain agama maka masyarakat Sumatera Utara tidak boleh menanggalkan adat, budaya dan suku yang ada di Sumatera Utara karena menjadi bagian dari moril spiritual yang ada dalam diri manusia selain agama.

“Satukan agama dengan budaya, karena keduanya saling terkait. Anda bisa lihat, hampir di semua kegiatan di Sumatera Utara pasti ada pemberian kain ulos serta kepala kerbau atau sapi. Ini artinya, budaya dan agama saling menyatu, simbol ini pun ada pada Bhinneka Tunggal Ika. Saya pun mengapresiasi atas pemberian kain ulos kepada saya, sehingga ini menjadi bentuk doa saya dalam menyemangatkan semangat baru untuk Sumatera Utara menjadi lebih baik,” katanya. (ari/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved