Edisi Cetak Tribun Medan

Empat Narapidana yang Berusaha Kabur Ternyata Sering Membuat Onar di Lapas

Atas perbuatannya, mereka ditempatkan di Blok Strap Sel 3A, Lantai II Lapas Tanjunggusta. Tapi, saat menjalani hukuman itu, mereka menggergaji jerjak

Empat Narapidana yang Berusaha Kabur Ternyata Sering Membuat Onar di Lapas
Tribun Medan/Array A Argus
Mobil Toyota Avanza BL 935 AZ yang digunakan para napi untuk kabur rusak berat setelah menabrak rumah warga di Jalan Lembaga? Pemasyarakatan, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Hamparan Perak, Sumatera Utara, Selasa (20/6/2017) pagi. Para napi dijemput oleh empat rekannya yang membawa senjata tajam. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Empat narapida Lapas Tanjunggusta Medan, yang mencoba melarikan diri, sedang menjalani hukuman internal. Sebab, Hussaini, Alhadi, Rudi Rahman Rahman bin Rasidin dan Muliadi kerap berbuat onar di lapas.

Atas perbuatannya, mereka ditempatkan di Blok Strap Sel 3A, Lantai II Lapas Tanjunggusta. Tapi, saat menjalani hukuman itu, mereka menggergaji jerjak ventilasi dan berusaha kabur.

Namun, Kepala Lapas Tanjunggusta Medan Asep Syarifuddin membantah, kaburnya napi tersebut merupakan bentuk kelengahan petugas lapas. Menurut dia, justru karena pengawasan cukup ketat, sehingga percobaan melarikan itu bisa diketahui petugas lapas.

Baca: Coba Kabur, Napi Mantan Polisi Tabrak Tembok Warga, Tinggalkan Kawan yang Kakinya Patah

Baca: Kalapas Khawatir Narapidana yang Berupaya Kabur Punya Senjata

"Brandgang (tembok sekeliling lapas) itu penjagaannya ketat. Selama puasa ini, setiap habis sahur, saya suruh anggota keliling. Makanya ketahuan, kalau memang nggak ketat tak ketahuan ada yang mencoba melarikan diri," ungkapnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil)Kemenkumham Sumut, Hermawan Yunianto menyebutkan, empat napi tersebut sebelumnya masuk dalam sel strap (sel hukuman). Ia mengaku, keempat napi ini sebelumnya kerap berupaya melarikan diri.

"Karena ada indikasi berusaha melarikan diri, empat tahanan dimasukkan ke dalam satu jeruji besi yang namanya strap sel. Di tempat itu, para napi justru merancang strategi lebih matang, karena kurang pengawasan," ujarnya.

Hermawan menyebut, modus operandi yang dilakukan napi itu menggunakan gergaji untuk memotong teralis yang tebalnya 22 mm. Para napi yang mencoba kabur tersebut diperkirakan menggunakan telepon seluler menghubungi rekannya untuk menjemput di lapas.

Baca: Berusaha Kabur dari Lapas, Dua Narapidana Malah Kritis, Begini Kronologisnya

Halaman
12
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved