Masalah KJA, Ini Lontaran Komentar Grup Japfa

“Kami memiliki keinginan untuk berbuat lebih dari standar karenanya kami melakukan ujicoba di kedalaman lebih dari 200 meter ke arah tengah danau,”

Tribun Medan / Royandi
Kondisi Keramba Jaring Apung (KJA) milik PT Suri Tani Pemuka (PT STP) di Desa Tambun Raya, (4/5/2017). KJA milik PT STP di Tambun Raya sebelumnya dua baris, sedangkan saat difoto tampak tiga baris. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,JAKARTA - Direktur PT. Suri Tani Pemuka (STP) (Grup Jafpa), Jenny Budiati mengutarakan mereka tidak ada menambah Keramba Jaring Apung (KJA) milik mereka di Perairan Danau Toba. Menurutnya aktivitas yang mereka lakukan adalah melakukan pemindahan lokasi keramba.

“Kami memang telah memindahkan lokasi keramba kami agar sesuai dengan Perpres 81-2014, tentang Zona Budidaya yang diperbolehkan di lokasi STP di Zona A4. Salah satu syaratnya kedalaman karamba lebih dari 100 meter,” ujar Jenny, Rabu sore (21/6/2017).

Baca: Minten Tantang Kapolres Tembak Mati Anaknya Jika Sesuai Bukti dan Hukum

“Kami memiliki keinginan untuk berbuat lebih dari standar karenanya kami melakukan ujicoba di kedalaman lebih dari 200 meter ke arah tengah danau,” lanjutnya.

Namun ujicoba tersebut masih terkendala dengan kuatnya arus dan ombak Danau Toba sehingga karamba dipindahkan kembali ke lokasi dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Jenny juga menambahkan pemindahan lokasi karamba sebelumnya juga terjadi dari lokasi di Tigaras ke Tambun Raya.

“Posisi di Tambun Raya lebih siap untuk penempatan karamba karena kedalaman lebih dari 100 meter,” Jenny menjelaskan. “Namun meskipun terjadi pemindahan tidak ada penambahan jumlah karamba dan besarannya masih jauh di bawah ijin yang kami peroleh bahkan untuk lokasi Tambun Raya itu sendiri,” tambahnya.

Jenny menjelaskan STP terus berkomitmen untuk menjaga kualitas lingkungan Danau Toba. Hal tersebut merupakan prasyarakat mutlak agar bisa memproduksi ikan yang sehat dan berkualitas.

“Menurut hasil penelitian dari LIPI yang kami dapatkan pola arus Danau Toba pada dasarnya berputar-putar di lokasi masing-masing. Sehingga kualitas air sangat dipengaruhi bagaimana pola perilaku masyarakat dan budidaya di daerah tersebut,” ungkap Jenny.

“Jika kualitas air baik maka air yang berputar-putar akan baik, begitupula sebaliknya. Hal ini yang mendorong STP untuk terus menjaga kualitas lingkungan di sekitarnya karena air di lokasi KJA akan terus berputar-putar di daerah budidaya,” tambah Jenny.

Halaman
12
Editor: akb lama
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved