Wow! Pohon Kemenyan Baru Ditemukan, Harga Getahnya Capai Rp 6,6 Juta Per Kilogram

Jenis baru ini mampu memproduksi getah kemenyan tiga kali lipat lebih banyak dari pohon kemenyan yang biasa

Editor: AbdiTumanggor
Ist
Ilustrasi Kemenyan 

TRIBUN-MEDAN.COM - Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Sumatera Utara, menemukan pohon indukan kemenyan (Styrax sumatrana) jenis baru.

Jenis ini mampu memproduksi getah kemenyan tiga kali lipat lebih banyak dari pohon kemenyan yang biasa dikembangkan di hutan rakyat.

Baca: Perkuat Operasi dan Jumlah Konsumen, Logicalis Akuisisi Packet System Indonesia

Baca: Menurut Ahli Sejarah, Hari Jadi Kota Medan Bukan Tanggal 1 Juli 1590, Tapi

Pohon indukan yang baru ditemukan itu kini dikembangkan secara vegetatif.

Peneliti Silvikultur Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Cut Rizlani Kholibrina, yang dihubungi Kompas Kamis (15/6/2017), mengatakan, pihaknya telah menemukan 30 pohon indukan dengan produktivitas 2 kilogram getah per pohon per tahun.

Indukan ditemukan dalam eksplorasi dan pengujian karakter fenotip pohon getah bocor selama tiga tahun di Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, dan Pakpak Bharat. Saat ini produktivitas kemenyan per pokok di perkebunan rakyat hanya 0,5 kg-0,75 kg per pohon per tahun.

Baca: Setya Novanto Bagi-bagi THR di Stasiun Senen

Pohon kemenyan yang baru ini diprediksi berpotensi meningkatkan nilai perdagangan empat daerah di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, dan Pakpak Bharat, menjadi Rp 3,6 triliun per tahun, dari nilai perdagangan getah kemenyan saat ini Rp 1,2 triliun per tahun.

Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara mengatakan, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi getah kemenyan mencapai 4.769,5 ton per tahun. Jika harga rata-rata Rp 250.000 per kg, nilai perdagangan yang diraih Rp 1,2 triliun per tahun.

"Dengan temuan indukan yang bisa memproduksi 2 kilogram getah per tahun, potensi bisa ditingkatkan menjadi Rp 3,6 triliun per tahun atau tiga kali lipat," ucapnya.

Baca: Pohon Kemiri dan Kemenyan Untuk Danau Toba

Getah kemenyan mengandung senyawa benzoit, bahan baku industri aroma, obat, kosmetik, farmasi, insektisida alami, hingga pengawet makanan dan minuman. Getah ini di pasar internasional dihargai hingga 500 dollar Amerika Serikat per kg. Jika di rupiahkan capai Rp 6,6 juta per kilogram ( dengan kurs Rp 13.200 / dolar Amerika). 

Selain kemenyan (Styrax sumatrana), BP2LHK Aek Nauli juga mengembangkan tanaman macadamia (Macadamia integrifolia) untuk penghijauan dan peningkatan perekonomian warga di sekeliling Danau Toba. (KOMPAS/WSI)

Berita ini sudah tayang di kompas cetak dengan judul Komoditas Kemenyan Baru Ditemukan, 16 Juni 2017.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved