Edisi Cetak Tribun Medan
Grup Jafpa Hanya Memindah Keramba Jaring Apung di Danau Toba
Direktur PT Suri Tani Pemuka (STP) (Grup Jafpa) Jenny Budiati mengatakan, mereka tidak menambah keramba jaring apung (KJA) di Perairan Danau Toba.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Direktur PT Suri Tani Pemuka (STP) (Grup Jafpa) Jenny Budiati mengatakan, mereka tidak menambah keramba jaring apung (KJA) di Perairan Danau Toba. Menurutnya, aktivitas yang mereka lakukan adalah memindahkan lokasi keramba.
"Kami memang telah memindahkan lokasi keramba, agar sesuai dengan Perpres 81-2014, tentang Zona Budidaya yang diperbolehkan di lokasi STP di Zona A4. Salah satu syaratnya kedalaman karamba lebih dari 100 meter. Kami ingin berbuat lebih dari standar. Karena itu, kami melakukan uji coba di kedalaman lebih dari 200 meter ke arah tengah danau," ujar Jenny, Rabu (21/6/2017).
Namun, katanya, uji coba tersebut masih terkendala kuatnya arus dan ombak Danau Toba, sehingga karamba dipindah kembali ke lokasi dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Jenny juga menambahkan, pemindahan karamba juga terjadi di Tigaras ke Tambunraya.
Baca: Bupati Samosir: Tidak Mudah Menertibkan Keramba Jaring Apung di Danau Toba, Ini Kendalanya
Baca: TNI Hentikan Pembersihan Keramba di Danau Toba
"Posisi di Tambunraya lebih siap untuk penempatan karamba, karena kedalaman lebih dari 100 meter. Meskipun terjadi pemindahan tidak ada penambahan jumlah karamba dan jumlahnya masih jauh di bawah izin yang kami peroleh, bahkan untuk lokasi Tambunraya itu sendiri," ujarnya.
Jenny menjelaskan, STP terus berkomitmen untuk menjaga kualitas lingkungan Danau Toba. Hal tersebut merupakan prasyarakat mutlak agar bisa memproduksi ikan yang sehat dan berkualitas.
"Menurut hasil penelitian LIPI, yang kami dapatkan pola arus Danau Toba pada dasarnya berputar-putar di lokasi masing-masing. Sehingga kualitas air sangat dipengaruhi bagaimana pola perilaku masyarakat dan budidaya di daerah tersebut," ungkap Jenny.
Lebih lanjut Jenny menjelaskan, Ikan Tilapia dari Danau Toba merupakan produk premium yang dapat bersaing dengan ikan produk China di pangsa pasar Amerika. Itu berkat STP yang mampu menjaga kualitas air di sekitar lokasi KJA.
"Guna menjaga kualitas produksi, STP sebagai stakeholder Danau Toba turut ambil bagian dalam menjaga kelestariannya," kata Jenny.
Karena itu, STP terus melakukan penelitian untuk mendapatkan terobosan baru membuat budidaya perikanan semakin ramah lingkungan. Dan, beker jasama dengan KLHK untuk menghijaukan Daerah Tangkapan Air Danau Toba bersama KLHK.
Sebelumnya pada medio Mei lalu, Trbiun Medan/www.tribun-medan.com berkunjung ke Desa Tambun Raya, tampak jumlah KJA yang awalnya terdiri atas dua baris, berganti menjadi tiga baris.
Penambahan KJA, yang bentuknya bulat-bulat, dibenarkan Edi Gunawan, Satpam PT Suri Tani Pemuka.
"Iya bertambah bang. Satu baris paling depan ditambahi. Cuma KJA yang ditambah itu masih pada tahap percobaan, soalnya masih melihat apakah aman KJA di daerah situ, melihat ombak airnya cukup besar," ujar Edi kala itu.(ryd)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/danau-toba-tribun-medan_20160720_081009.jpg)