Teroris Serang Mapolda
Teroris Pembunuh Polisi Ungkap Tujuan Penyerangan ke Mapolda
"Tersangka pernah berada di Suriah selama enam bulan pada tahun 2013. Keterangan tersangka juga diperkuat oleh istrinya," ujar Kabid Humas Polda Sumut
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Joseph Wesly Ginting's
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI-Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan motif penyerangan yang dilakukan oleh dua pelaku yang berafilisasi dengan ISIS adalah untuk merebut senjata anggota kepolisian.
Baca: Tuan Guru Babussalam: Jihad dengan Membunuh Matinya, Bukan Mati Syahid, tapi Mati Offside
"Kedua pelaku mau merampas senjata anggota polisi namun tidak berhasil," katanya di Polda Sumut, Senin (26/6/2017).
Baca: Kapolresta: Saya Selaku Umat Islam Mengutuk Kejadian Ini, Itu Bukan Cerminan Agama, Tak Bernurani
Katanya, menurut pengakuan yang diberikan oleh tersangka Syawaluddin, bila senjata berhasil direbut, akan digunakan untuk melakukan serangan kepada anggo Polri dan TNI.
Baca: Polda Sumut Periksa 12 Saksi Penyerangan Polda Sumut
Lanjut Rina, Syawaluddin memiliki jejak rekam jejak yang berhubungan dengan ISIS. Syawaluddin bahkan pernah menjejakkan kakinya di Suriah.
"Tersangka pernah berada di Suriah selama enam bulan pada tahun 2013. Keterangan tersangka juga diperkuat oleh istrinya," ujarnya.
Baca: Istri dan Anak Polisi yang Digorok Teroris di Markas Polda Dapat Firasat Aneh sebelum Penyerangan
Selepas menetap di Suriah, Syawaluddin masih terus berkomunikasi dengan teman-temannya di Suriah memanfaatkan jaringan internet.
Rina mengatakan, saat ini petugas kepolisian dibantu Densus 88 sedang meminta keterangan 12 saksi. Empat di antaranya adalah keluarga Syawaluddin yakni istri dan tiga anaknya.
"Petugas juga menemukan dua handpone di rumah Ardi Ramadan," katanya. (wes/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/foto-terduga-teroris-mapolda-sumut1_20170625_121912.jpg)