Ternyata Pelaku Penusuk Dua Polisi Putar Video ISIS dan Jihad saat Berada di Kamar Indekos Temannya
Ketika Mulyadi menginap di kamar indekos yang dihuni Angga di Kalibata, Jakarta Selatan, tidak banyak aktivitas yang dilakukannya.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Mulyadi pelaku penusukan terhadap dua anggota Brimob terlihat sering melihat video ISIS.
Hal tersebut diungkapkan teman Mulyadi bernama Angga.
Ketika Mulyadi menginap di kamar indekos yang dihuni Angga di Kalibata, Jakarta Selatan, tidak banyak aktivitas yang dilakukannya.
Baca: Sampai Pinjam Uang Puluhan Juta Demi ke Suriah, Syawaluddin Pakpahan Sangat Kental ISIS
Baca: NEWS VIDEO: Perangi ISIS, Militer Filipina Klaim Sudah Tewaskan 300 Militan
Baca: Kronologi Penusukan Polisi di Masjid Falatehan Dekat Mabes Polri
"Selama di kosan itu, Mulyadi banyak menonton video ISIS dan jihad. Seluruh video itu diperlihatkan pada rekannya (Angga)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, Minggu (2/7/2017).
Rikwanto mengatakan setelah dua hari di kosan Angga, 26 Juni 2017 pukul 14.00 WIB, Angga mengantarkan Mulyadi ke Stasiun Palmerah.
"Pada temannya itu, Mulyadi mengatakan ingin bertemu dengan temannya yang berasal di Padang Panjang dan diantar sampai Stasiun Palmerah," kata mantan Kapolres Klaten tersebut.
Baca: Pangkostrad Tak Gentar Ancaman Teroris, Yakin Polisi Bisa Beri Perlindungan
Baca: Begini Kondisi Terakhir Dua Polisi yang Jadi Korban Penikaman
Sebelumnya terjadi aksi penusukan terhadap dua anggota Polri terjadi di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017).
Kejadian bermula saat Briptu Syaiful Bakhtiar dan AKP Dede Suhatmi melaksanakan salat isya berjemaah di masjid yang letaknya tak jauh dari Lapang Bhayangkara tersebut.
Usai salat isya, tiba-tiba seorang pria yang belakangan diketahui bernama Mulyadi menyerang kedua anggota polisi tersebut dengan sebilah sangkur hingga keduanya mengalami luka.
Kemudian, pelaku dikejar hingga akhirnya meregang nyawa setelah polisi menembaknya karena berusaha melawan petugas yang akan menangkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-dari-gegana-memeriksa-tribun_20170701_091602.jpg)