Raja Salman Disebut Kolumnis Koran Ini sebagai Maha Penyantun, Ini yang Terjadi
Menurut wikipedia, koran al-Jazirah sudah terbit di Arab Saudi sejak 1960. Disebut koran ini beraliran konservatif.
TRIBUN-MEDAN.COM - Raja Salman dari Arab Saudi mengecam keras seorang kolumnis surat kabar karena menyebut dirinya Maha Penyantun, atau al Halim, satu dari 99 sebutan untuk Allah, atau Asmaul Husna.
Raja Salman dilaporkan sangat kaget mendapat sebutan tersebut, yang tercantum dalam kolom yang ditulis oleh Ramadan al-Anzi dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang berbahaya karena sebutan Maha Penyantun hanya layak diberikan untuk Allah.
Pujian untuk raja bukan sesuatu yang dilarang bahkan sangat dianjurkan di Saudi namun menggunakan frasa yang hanya ditujukan kepada Tuhan sama sekali tidak dibolehkan.
Surat kabar yang dimaksud, al-Jazirah (bukan Aljazeera), sudah meminta maaf dan mengakui sebutan maha penyantun untuk Raja Salman tak bisa diterima.
"Frasa dan penghormatan untuk Penjaga Dua Masjid Suci (sebutan untuk Raja Salman) tak bisa diterima ... semoga Tuhan melindungi Raja...," tulis al-Jazirah.
Penulis kolom sekarang telah diberhentikan atas permintaan Raja Salman.
Beberapa laporan menyebutkan koran tersebut juga menerima sanksi.
Menurut wikipedia, koran al-Jazirah sudah terbit di Arab Saudi sejak 1960. Disebut koran ini beraliran konservatif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/raja-salman_20170223_135215.jpg)