Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Ini Pengakuan Mendebarkan, Detik-detik Polisi Korban Selamat dari Penyerangan Duo Teroris

"Saat itu, saya berada di lapangan KS Tubun, sekitar 30 meter dari pos. Saya lihat ada orang tak dikenal masuk ke pos,"

Ini Pengakuan Mendebarkan, Detik-detik Polisi Korban Selamat dari Penyerangan Duo Teroris
Tribun-Medan.com/ Mustaqim
Brigadir Erbi Ginting (kiri) saat menceritakan kronologis peristiwa penyerangan Mapolda Sumut kepada Direktur Perlindungan BNPT, Brigjen Pol Herwan Chaidir di pos penjagaan III, Selasa (4/7/2017). (Tribun-Medan.com/ Mustaqim) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Korban selamat pada penyerangan, yang dilakukan dua tersangka teroris ke Mapolda Sumut, Minggu (25/6/2017) dini hari lalu, Brigadir Ergi Ginting mengaku, tak bisa melupakan peristiwa tersebut.

Apalagi pada kejadian itu rekan Erbi, Ipda (anumerta) Martua Sigalingging tewas ditikam tersangka Syawaluddin Pakpahan dan Ardial Ramadhana. Selain Martua, Aldian juga meninggal kena timah panas petugas.

Erbi mengungkapkan perasaaannya itu, ketika Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulanggan Teroris (BNPT) Brigjen Pol Herwan Chaidir datang ke pos penjagaan III Mapolda Sumut, Selasa (4/7/2017).

Herwan datang bersama pejabat BNPT lainnya.

Erbi juga menceritakan, kronologi penyerangan Mapolda Sumut, yang hanya beberapa jam sebelum Salat Idul Fitri.

Ia mengatakan, ketika tahu ada dua orang tak dikenal melakukan penyerangan, teriak meminta pertolongan.

Dua personel Brimob kemudian tiba di lokasi kejadian.

Mereka memperingati Syawaluddin dan Ardial. Namun, kedua terdakwa teroris tersebut malah berteriak baru saja membunuh polisi.

"Mereka sempat teriak, kami baru berhasil membunuh polisi, thogut. Kami siap mati, kami tak takut mati. Lalu mereka meneriakkan kata takbir, dan langsung mencoba menyerang kami," kata Erbi.

Ia menambahkan, karena peringatan itu tak diindahkan, dan pelaku hendak melakukan penyerangan pakai pisau, petugas langsung melakukan tindakan tegas, berupa tembakan ke arah kedua pelaku.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved