Uniknya! Begini Cara Bergotong Royong Umat Parmalim yang Diiringi Alat Musik Uning-uningan

Upacara ini merupakan ucapan tanda syukur umat parmalin kepada Debata Mula Jadi Nabolon, atas karunianya memberikan rezeki kepada umat Parmalim.

Uniknya! Begini Cara Bergotong Royong Umat Parmalim yang Diiringi Alat Musik Uning-uningan
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Masyarakat umat Parmalim (Suku Batak) mengikuti ritual Sipahalima di Medan, Rabu (5/7). Parmalim merupakan suatu aliran kepercayaan suku Batak yang berasal dari keturunan Sisingamangaraja yang digelar untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Debata Mulajadi Na bolon atau Sang Pencipta atas berkah yang diberikan selama setahun. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Penganut Kepercayaan Parmalim merayakan upacara Hari Pameleon Bolon Sipaha Lima 2017 di Jalan Air Bersih Ujung, Kota Medan, Kamis (6/7/2017).

Acara ini adalah kali pertama dilakukan di Kota Medan.

Sebelumnya acara ini tiap tahunnya dilakukan di Huta Tinggi, Kabupaten Tobasa.

Upacara ini merupakan ucapan tanda syukur umat parmalin kepada Debata Mula Jadi Nabolon, atas karunianya memberikan rezeki kepada umat Parmalim.

Baca: NEWS VIDEO: Tortor Parsahadatan, Ungkapan Hati Umat Parmalim Bersyukur kepada Mula Jadi Nabolon

Acara ini berlangsung sejak Rabu (5/7/2017) hingga Jumat (7/7/2017), dan puncak perayaan acara besar umat Parmalin ini dilakukan hari ini.

"Acara puncaknya hari ini. Hari ini kita melakukan Upacara Pemeleon Bolon. Ada mangalahat horbo nanti. Upacara ini merupakan wujud syukur atas rezeki yang kami terima setahun belakangan ini," ujar Humas Umat Parmalin, Poltak Simanjuntak ketika berbincang dengan Tribun-medan.com.

Ia mengutarakan kiranya dengan upacara Pameleon Bolon yang mereka laksankan ini mereka beroleh rezeki yang berlimpah di tahun-tahun yang mendatang.

Tampak setiap umat yang parmalin yang datang wajib mengenakan sarung, ulos, tali-tali (bagi laki-laki yang sudah menikah), kebaya (bagi perempuan yang sudah menikah), dan tidak mengenakan alas kaki. 

Saat melakukan persiapan ritual pameleon bolon, para umat parmalim bekerja bersama-sama membangun tempat persembahan, dan mempersiapkan persembahan.

Tak satu pun pekerjaaan yang dilakukan oleh seorang saja. Saat memasak anak-anak muda muda umat Parmalin akan menjadi tukang masaknya seraya mendengarkan aturan yang dilakukan saat memasak dari para orangtua.

Begitu juga saat mempersiapkan tempat persembahan, anak-anak muda dan juga orang tua bergotong royong. Tidak tampak komando datang dari siapa. Hanya iringan suara dari alat musik uning-uningan (gendang) yang seolah mengatur ritme kerja gotong royong yang dilakukan umat Parmalim ini.

Namun para umat Parmalim ini teroganisir melakukan pekerjaan masing-masing.Ada yang mempersiapkan borotan (tempat mengikat kerbau persembahan).

Ada yang mempersiapkan panggung pameleon dengan pernak-pernik daun bagot (aren). Ada yang mempersiapkan tempat duduk dan bahkan yang mengutipi sampah pun ada.(*)

Penulis:
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved