Kerap Kritik Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, Pendukungnya Serbu dan Pukuli DPR

Konfrontasi dimulai sesaat setelah sidang paripurna untuk memperingati Hari Kemerdekaan

Kerap Kritik Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, Pendukungnya Serbu dan Pukuli DPR
Tribunnews/AFP
Pendukung pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serbu parlemen dan lakukan pemukulan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pendukung pemerintahan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyerbu masuk gedung parlemen di Caracas, ibu kota negara itu, dan memukul sejumlah anggota parlemen atau DPR.

Sejumlah saksi mata mengatakan, konfrontasi dimulai sesaat setelah sidang paripurna untuk memperingati Hari Kemerdekaan, demikian dilaporkan kantor berita AFP, Kamis (6/7/2017).

Para pendukung pemerintah tiba-tiba menerobos gerbang parlemen sembari membawa tongkat dan pipa besi. Polisi militer yang bertugas menjaga keamanan berdiri tanpa berbuat apa-apa.

Baca: Era Digital Berkembang Pesat, Microsoft PHK Ribuan Karyawannya

Baca: Apa Kabar Korupsi Hambalang? Yulianis Akui Beri Uang 25.000 Dolar AS ke Fahri Hamzah

Julio Borges, seorang politisi Venezuela, merilis cuitan di Twitter bahwa ada lima anggota DPR yang mengalami cedera. Beberapa di antara mereka dibawa ke luar gedung untuk menjalani perawatan.

"Ini tidak seberapa sakit dibanding menyaksikan bagaimana kita kehilangan negara kita setiap hari," cetus anggota DPR, Armando Armas, saat dibopong ke ambulans dengan memakai perban berdarah di kepalanya.

Surat kabar Venezuela Tal Cual menyebut, serangan dilakukan milisi pro-pemerintah berjuluk "colectivos".

Mereka dilaporkan menembakkan mercon dan petasan saat menerobos masuk gedung parlemen. Sejumlah anggota DPR yang diserang jatuh ke ubin dan ditendangi," tulis Tal Cual.

Beragam foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan korban penyerangan mengalami luka di kepala.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved