Menimbang Robot Seks, dari Niat Baik hingga Objektivikasi Manusia

Kondisi ini menjadi klaim bahwa robot seks dapat mengatasi terjadinya pemerkosaan dengan mensimulasikan fantasi pemerkosa

Menimbang Robot Seks, dari Niat Baik hingga Objektivikasi Manusia
News.Yahoo.co.uk
Harmony, robot seks yang bisa memberi komentar dan perhatian.(News.Yahoo.co.uk) 

TRIBUN-MEDAN.com - Alat bantu seksual telah lama ada di masyarakat. Kini, tampilannya tidak lagi hanya sekedar potongan alat tubuh tertentu.

Perkembangan teknologi telah memungkinkan untuk membuat alat bantu seksual yang menyerupai manusia, yakni robot seks.

Untuk sebuah pesta, robot seks sudah bisa dibeli atau disewa di Amerika Serikat. Bahkan, rencananya sebuah kafe di Paddington, London, akan dikelola oleh “robot erotis”.

Bila menginginkannya, kocek harus digali lebih dalam karena harganya tak murah. Empat pabrik yang memasarkan robot seks mematok harga mulai dari 5.000 dolar Amerika (sekitar Rp 67 juta) hingga 15.000 dolar Amerika (sekitar Rp 201 juta).

Baca: Lelaki Berisiko Tinggi Jadi Target Pencegahan HIV/AIDS

Walaupun sering kali dipandang sebelah mata, kehadiran robot sekstidaklah tanpa tujuan.

Orangtua, penyandang disabilitas, seseorang dengan pengalaman seksual yang traumatik, hingga laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi atau ejakulasi dini bisa memanfaatnya.

Kemunculan robot seks juga digadang menjadi sebuah lompatan besar dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Foundation for Responsible Robotics (FRR), dalam laporannya, percaya bahwa robot seks menandai sebuah “revolusi” dalam seks bagi seseorang yang kesulitan mendapatkannya.

Keuntungan lainnya, tak ada persaaan laki-laki maupun perempuan yang terluka setelah hubungan seksual berakhir sehingga pada tingkat lanjut, robot seks dimungkinkan untuk meraih imajinasi seksual.

Halaman
123
Editor: akb lama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved