Breaking News:

Murid SD Berprestasi Ini Terpaksa Berhenti ke Sekolah Karena Digerogoti Kanker Tulang

Ketty alias Siti Khadijah (11), hanya bisa berdiam diri di rumah sederhananya akibat kanker tulang yang menggerogoti tubuhnya.

Penulis: Arjuna Bakkara |
Tribun Medan/Arjuna
Ketty alias Siti Khadijah (11) ketika disambangi di Rumahnya, Senin (10/7/2017) Jalan Langkat No 6 Lingkungan IV, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketty alias Siti Khadijah (11), hanya bisa berdiam diri di rumah sederhananya akibat kanker tulang yang menggerogoti tubuhnya.

Untuk bermain dengan anak-anak seusianya pun tak lagi dapat ia nikmati, apalagi ingin belajar bersama teman sekelasnya di sekolah.

Ketika disambangi di Rumahnyadi Jalan Langkat No 6 Lingkungan IV, Kelurahan Belawan I, Medan ia tak dapat berbuat banyak. Perempuan yang akrab disapa Ketty ini terlihat lemas.

Tak dapat berdiri, dan kesulitan untuk mengambil makanan dan minuman kala haus dan lapar. Dia hanya hanya bisa memperoleh air minum kalau ibunya kebetulan ada disampingnya.

Putri pasangan dari Alm Dhepriza dan Nilawaty ini rupanya tak jarang mendapat juara di sekolahnya. Tetapi, langkah murid SD kelas 6 yang bercita-cita jadi Duta Besar (Dubes) terpaksa terhenti sejak ia divonnis mengalami Osteosarcoma (Kanker Tulang) sejak Februari 2017 kemarin.

Baca: Cita-cita Bocah Perempuan ini jadi Dokter Kandas Akibat Malapraktik, Begini Kisahnya

Baca: Nenek Ini Menangis saat Anggota DPRD Jenguk Cucunya yang Jadi Korban Malapraktik

Baca: Ucapan Bocah Korban Malapraktik Ini Bikin Terharu: Om Ganteng Aku Masih Bisa Sembuh Kan?

Menurut ibunya, Nilawaty (39), putri keduanya Ketty mulai sakit sejak Pertengahan Desember 2016 lalu. Awalnya, kaki Ketty terkena bola kaki oleh temannya di sekolah saat menjelang penerimaan raport.

Rupanya, tak hanya sebatas itu. Bekas hantaman bola kaki di lutut kananya tersebut membengkak pada malam harinya. Dia pun demam tinggi, lalu dibawa ke rumah sakit hingga ke pengobatan tradisional, tak juga sembuh.

Akhirnya Ketty dibawa berobat ke RS Marta Friska selama 2 minggu tepat pada pertengahan April 2017 lalu. Namun, karena RS Marta Friska tak sanggup, dia pun di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM).

Selama menjalani pengobatan di RSUP HAM, Ketty memang berstatus BPJS. Ia pun sempat mendapat perawatan di RSUP HAM selama sebulan. Tetapi ibunya memilih membawa Ketty pulang ke rumah 10 hari menjelang Lebaran 2017.

Alasan Nilawaty membawa putrinya pulang, agar Ketty tidak defresi. Selain itu, biaya untuk menambah asupan makanan di rumah sakit dia juga merasa kesulitan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved