Ratusan Miliar Digelontorkan untuk Jaminan Kesehatan Warga Miskin, Begini Realisasinya

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, Bahrumsyah diangkat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Data Penduduk Miskin dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kes

Penulis: Hendrik Naipospos |
LUCKY PRANSISKA
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, Bahrumsyah diangkat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Data Penduduk Miskin dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin hingga saat ini masih menjadi permasalahan, padahal ratusan miliar rupiah telah digelontorkan melalui APBD Kota Medan, APBD Provinsi Sumut dan APBN.

Hal ini menjadi alasan utama penggagasan Pansus Data Penduduk Miskin dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Kepada Tribun, Bahrumsyah menyebutkan ada 800 ribu peserta BPJS kategori PBI, jumlah tersebut melebihi dua kali jumlah penduduk miskin Kota Medan yang hanya berjumlah 300 ribu jiwa alias di kisaran 10-12 persen dari total penduduk, namun hingga saat ini ribuan masyarakat miskin belum memperoleh BPJS.

Baca: Merasa Ditipu Pihak Manajemen, Sopir Taksi Online Kepung Kantor Grab

Baca: Sopir Taksi Online Rela Tak Lebaran Bareng Keluarga Karena Dijanjikan Bonus Besar, Tapi di-PHP-in

"Data dari BPJS, ada 800 ribu masyarakat miskin ditampung dalam PBI. Pertanyaannya siapa 800 ribu orang ini? Kalau lah masyarakat miskin, berarti seluruh masyarakat miskin sudah tertampung. Faktanya masih banyak masyarakat miskin tak mendapat jaminan kesehatan." jelas Bahrumsyah kepada Tribun-medan.com, di DPRD Medan, Senin (10/7/2017).

Ia bersama Komisi B DPRD Medan juga pernah membahas pendataan PBI bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Namun kedua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut tak dapat memberikan jawaban.

"Ditanya ke Dinas Kesehatan bukan kami yang data, Dinas Sosial juga bilang tak tau. Ini bola panas. Anggaran dari kota dan pusat ada ratusan miliar," sambungnya.

Bahrumsyah meyakini ada peserta BPJS penerima PBI ganda, dan sudah meninggal dunia.

"Data ini diintegrasi dari Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang hanya diganti kartu, tapi tak didata ulang. Seharusnya kan by name dan by address," tambahnya lagi.

Bahrumsyah tak dapat memastikan kapan pendataan warga miskin rampung, namun ia berjanji akan mendata ulang warga miskin di 151 kelurahan.(*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved