Staf Khusus Kepresidenan Sebut Anak Muda Merupakan Motor Utama Ekonomi Kreatif

Staf Khusus Kepresidenan RI, Dimas Oky Nugroho berkomentar bahwa generasi millenial yang dipelopori kaum muda merupakan pilar utama industri ekonomi k

Staf Khusus Kepresidenan Sebut Anak Muda Merupakan Motor Utama Ekonomi Kreatif
Tribun Medan/Fatah Baginda Gorby
Dimas Oky Nugroho (tengah) berpose bersama perwakilan Politeknik Negeri Medan 

Laporan Wartawan Tribun-Medan/ Fatah Baginda Gorby

TRIBUN - MEDAN.COM, MEDAN - Staf Khusus Kepresidenan RI, Dimas Oky Nugroho berkomentar bahwa generasi millenial yang dipelopori kaum muda merupakan pilar utama industri ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan Dimas dalam pemaparannya saat mengisi kuliah umum bertajuk Pemuda, Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Sosial di Politeknik Negeri Medan, Senin (10/7/2017).

"Pemerintah khususnya pemerintah daerah juga harus melihat industri ekonomi kreatif sebagai sektor yang sangat potensial. Anak-anak muda harus dilibatkan karena mereka memiliki banyak pilihan di era sosial media sekarang ini," ujarnya kepada tribun-medan.com .

Baca: Staf Khusus Kepresidenan RI Isi Kuliah Umum di Kampus Politeknik Negeri

Menurut Dimas, Industri ekonomi kreatif seperti jasa, kuliner, dan pariwisata dapat memajukan perekonomian suatu daerah.

Ia menjelaskan pemerintah bertugas memfasilitasi sekaligus mendorong semua pengusaha ekonomi kreatif agar terus berkembang.

Bagi Dimas, anak-anak muda harus diberi ruang untuk pergerakan ekonomi kreatif tersebut.

"Ketika anak muda tidak dilibatkan akan menjadi suatu masalah. Mereka yang tidak memiliki pekerjaan akan bisa cenderung menjadi kriminal, dan bisa mengarah ke radikal," jelasnya.

Dimas menekankan agar, anak muda khususnya mahasiswa berpean aktif dalam sektor ekonomi uang satu ini. Bagi Dimas peran aktif itu tidak hanya dilakukan melalui satu golongan saja, namun dapat melibatkan seluruh golongan dari berbagai latar belakang.

Menurut Alumni University Of New South Wales Australia ini perlu adanya gotong royong diantara seluruh masyarakat yang ia sebut sebagai kolaborasi.

"Ingat keuntungan itu tidak hanya bersifat materil namun juga bersifat imateril, seperti knowledge, jaringan. Dua hal ini tidak akan bisa didapat jika kita tidak berkolaborasi, tidak saling diskusi dan sharing,"jelasnya.

Dimas berpendapat, anak muda memiliki modal utama dalam berwirausaha. Menurutnya, optimisme, loyalitas, nasionalisme, dan kritis adalah hal yang berharga dari kalangan muda.

Ia berharap agar kalangan muda dapat mengeser rasa minder, tidak percaya diri dan hanya bisa menyalahkan tanpa memberikan solusi.

Menurut Dimas, industri ekonomi kreatif dapat menjadi primadona di dunia internasional.

"Bila pergi ke Taiwan, di sana ada dijual Jambu Deli yang dinamakan mereka Apple Java. Harganya di sana sangat mahal, padahal itu sangat banyak di sini," jelasnya.

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved