Indahnya Pulau-Pulau di Simeulue, Begini Cara ke Sana

"Kabupaten Simeulue memiliki pantai yang indah-indah, Pulau Mincau, Pulau Pinang, Pantai Pasir Tinggi, Pantai Busung, Pantai Ganting, Batu Si Ambung-A

IST
Anggota Road Eagle North Sumatera berpose bersama di sebuah pantai yang berada di Kabupaten Simeulue, Aceh 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN - MEDAN.COM, MEDAN - Daerah Kabupaten Simeulue, Aceh memiliki kelebihan tersendiri di mata komunitas yang satu ini.

Betapa tidak, wilayah tersebut menyimpan sejuta pesona kekayaan laut yang tak terkira. Hal tersebut disampaikan oleh member Road EagLe North Sumatera, Yudi X-Over.

"Kabupaten Simeulue memiliki pantai yang indah-indah, Pulau Mincau, Pulau Pinang, Pantai Pasir Tinggi, Pantai Busung, Pantai Ganting, Batu Si Ambung-Ambung," ujarnya kepada Tribun-medan.com, Selasa (11/5/2017).

Menurut Yudi pantai di pulau tersebut memiliki panorama yang masih asli dan belum terjamah.

Yudi menerangkan, komunitasnya berangkat Senin (3/7/2017) hingga Seni. (10/7/2017) lalu. Perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan Singkil menurutnya memakan waktu selama enam jam.

Ia menuturkan, proses penyebrangan dari pelabuhan tersebut selama 10 jam.
Menurutnya, ada tiga jalur penyebrangan untuk sampai ke daerah tersebut yaitu melalui Singkil, Labuhan Haji dan Meulaboh.

"Kalau dari Medan yang lebih dekat melalui Singkil rute daratnyya, namun disana juga dapat melalui udara karena sudah ada bandar udara," jelasnya.

Disana juga menurut Yudi tempat yang cocok untuk berburu lobster. Yudi menjelaskan, harga lobster tersebut per kilonya sebesar 200 ribu.

Menurut Yudi, daerah penghasil cengkeh tersebut membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tertarik membudidayakan lobster di pulau ini.

Anggota Road Eagle North Sumatera lainnya, Septian fauzi menerangkan komunitasnya tak menemukan kendala yang berarti selama perjalanan.

Menurutnya, komunitas yang berdiri 17 Agustus 1997 ini menggunakan Yamaha Scorpio custom menuju daerah tersebut.

"Ada satu sepedamotor mengalami kebocoran tangki, pada saat mencapai pelabihan Singkil. Kami mengakalinya dengan mencari sabun batang dan sampai di sana kami berhasil mengantisipasinya," ungkapnya.

Septian memberikan tips, sambil menunggu kapal untuk menyebrang agar jangan lupa membeli nasi bungkus.

"Di atas kapal tersebut kita harus menahan lapar selama sepuluh jam, tidak ada yang menjual nasi, hanya kopi dan pop mie," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved