Ada Tertulis Puisi di Batu Nisan Penyair Tengku Amir Hamzah, Begini Isinya

"Ciri khasnya pakai peci, yang merupakan lambang nasionalis pemuda pada saat itu, seperti Bung Karno," ujarnya kepada Tribun-medan.com, Minggu (16/7/2

Tribun Medan/Fatah
Peziarah sedang berdoa dan menabur bunga di Makam penyair Tengku Amir Hamzah, di Kompleks Pemakaman Masjid Azizi Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, Minggu (16/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - "Biarlah daku tinggal di sini, sentosa diriku di sunyi sepi, tiada berharap tiada meminta, jauh dunia di sisi dewa", itulah sebait puisi tertulis di batu nisan Tengku Amir Hamzah.

Ia dimakamkan di Kompleks Pemakaman Masjid Azizi Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara.

Bendahara Masjid Azizi Abul Hasan menjelaskan Tengku Amir Hamzah merupakan bagian dalam Jong Sumatra.

"Ciri khasnya pakai peci, yang merupakan lambang nasionalis pemuda pada saat itu, seperti Bung Karno," ujarnya kepada Tribun-medan.com, Minggu (16/7/2017).

Baca: Amien Rais Datang ke Acara Tabligh Akbar Naik Vespa Jadul, Begini Sambutan Warga

Abul juga menjelaskan Amir Hamzah juga mengikuti sumpah pemuda. Sekembalinya ke Langkat, Pahlawan Nasional itu berkeliling kota meneriakkan Indonesia sudah merdeka.

Setelah itu jelas Abul, Amir Hamzah ditunjuk menjadi perwakilan pemerintah pusat di Langkat, setingkat bupati.

Malang, setahun kemudian ia diculik dan dipenggal kepalanya dan ditemukan di Daerah Gumit.

Menurut Abul, pahlawan tersebut dibunuh oleh seorang mandor perkebunan dan sampai akhir hayatnya tidak memberitahukan siapa yang menyuruhnya.

Ketika ditanyakan syair Tengku Amir Hamzah yang mana yang diingatnya, spontan pria itu menangis.

"Kalau satu bait enggak sanggup saya, satu bait saja. Anak Langkat musafir lata," jelasnya.

Sementara itu seorang peziarah, Matius Suarsono menjelaskan, Amir Hamzah merupakan penyair dengan kekuataan muktikultural di dalam karyanya.

" Ia mencerminkan pemahaman tatanan wilayah sosial kekinian yang ada pada waktu itu," ujarnya.

Matius mengaku Amir Hamzah memberikan penghayatan jalan hidup yang bisa kita ditangkap dari sajaknya-sajaknya. Baginya penyair itu memberikan satu kecintaan sejak dini saat nilai tradisi.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved