NEWSVIDEO: Penderita Kusta Makan Ubi dan Minta Sumbangan ke Jalan
“Kami kurang diperhatikan sudah tiga tahun belakangan ini pak. Makanya hari ini kami turun ke jalan. Kami tinggal di sini memang beras, gula, susu,"
Penulis: Indra Gunawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH - Penderita kusta yang ditampung di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pelayanan dan Pembinaan Penyakit Kusta Marsanina Dinas Kesejahteraan dan Sosial Pemprov Sumut yang ada di Desa Simpang Empat Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai turun ke jalan mencari sumbangan karena merasa kurang diperhatikan, Selasa (18/7/2017).
Dengan bermodalkan kardus bekas mie instan mereka pun menjulurkan tangan kepada setiap pengguna jalan yang melintas di tempat penampungan mereka ini.
Selain itu tampak kalau mereka juga makan buah singkong bakar yang mereka bakar di pinggir jalan. Disebut kalau saat ini bahan makanan untuk mereka sudah sangat menipis.
Baca: Ini yang Dilakukan Komite II DPD RI Saat Berkunjung ke Kantor Gubernur
Di samping mereka duduk terdapat spanduk putih besar dengan tulisan kalau mereka meminta bantuan karena lapar.
“Kami kurang diperhatikan sudah tiga tahun belakangan ini pak. Makanya hari ini kami turun ke jalan. Kami tinggal di sini memang beras, gula, susu, daging, minyak goreng, garam dan telur ditanggung sama Dinas Sosial. Kemarin sudah ada pengumuman kalau untuk 5 item akan dikurangi jatahnya. Kami menolak hal ini dan meminta agar jangan ada pengurangan. Kemarin yang sampaikan pengumuman jatah ini dikurangi orang KTU si Lumbanraja marganya. Kami mau tau juga apa memang seperti ini memang peraturannya karena selama ini tidak seperti ini,”ujar Binsar Purba, satu diantara penderita kusta.
Ia menjelaskan kalau pengurangan jatah itu sebenarnya mulai diberlakukan dihari yang sama.
Disebut berdasarkan pengumuman yang telah disampaikan ke mereka jatah gula pasir yang awalnya setiap bulan untuk perorangnya 2 Kg akan dikurangi menjadi 1 Kg.
Sementara untuk garam dari dua bungkus jadi satu bungkus. Minyak goreng dari 2 Kg menjadi 1,5 kg, telur dari 15 butir jadi 10 butir dan bubuk teh dari dua bungkus menjadi satu bungkus.
Secara keseluruhan ada 200 orang lebih penderita kusta yang ditempatkan di sini dan datang dari berbagai Kabupaten Kota di Sumut.
(dra/tribun-medan.com)